Tobi yang juga merupakan kader Gerindra menyesalkan kesalahpahaman beberapa pihak dalam memaknai isi cuitan Partai Gerindra di media sosial Twitter. Kesalahpahaman itu yang akhirnya disebut Tobi dimanfaatkan oleh buzzer politik yang ikut masuk ke ranah sepak bola.
Sebelumnya di media sosial ramai dibicarakan oknum bobotoh maupun viking yang komplain terhadap ucapan selamat dari Partai Gerindra dan PKS kepada Persija Jakarta yang menjadi juara Liga 1 2018. Bahkan beberapa mengatakan menarik dukungannya kepada PKS maupun Gerindra setelah ucapan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tadinya tidak pernah komentar soal sepak bola, tiba-tiba ikut memperkeruh sehingga ingin membentur-benturkan antara Gerindra dan Bobotoh atau Prabowo dengan Bobotoh," jelasnya.
[Gambas:Twitter]
"Bobotoh tidak pernah punya masalah dengan partai politik manapun karena sejatinya Bobotoh adalah kelompok yang independen dengan beragam manusia di dalamnya, sehingga tidak dapat diasosiasikan terhadap partai politik manapun," tegas Tobi.
"Urusan sepak bola biarlah menjadi urusan sepak bola. Jangan ditarik menjadi urusan dukung-mendukung calon tertentu dengan memanfaatkan perseteruan antara suporter Bandung dan Jakarta," pintanya.
Senada, Raja Viking Sukabumi Risris Rizal Ali Perkasa juga menyesalkan adanya pihak-pihak yang masih menyangkutpautkan olahraga dengan kondisi politik di Indonesia. Meskipun ia sendiri mengaku kecewa dengan kondisi PSSI dan persepakbolaan di Indonesia saat ini.
"Kalau saya pribadi, ucapan dan dukungan itu hak pribadi orang yang punya kemerdekaan sendiri terhadap hak politiknya, hak pribadinya, jadi sah-sah saja. Olahraga janganlah dibawa ke ranah politik. Walaupun kita kecewa dengan kondisi sepak bola di Indonesia saat ini," ucap Risris yang juga caleg dari Partai Nasdem ini. (ttf/ptr)