Viking Persib: Jangan Kaitkan Sepak Bola dengan Politik

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 12:50 WIB
Viking Persib: Jangan Kaitkan Sepak Bola dengan Politik Pengurus Viking tak ingin urusan sepak bola dicampuradukkan ke dunia politik. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Viking Frontline, Tobias Ginanjar Sayidina, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengaitkan sepak bola dengan politik terkait ucapan selamat Partai Gerindra dan PKS untuk Persija Jakarta usai juara di Liga 1 2018.

Tobi yang juga merupakan kader Gerindra menyesalkan kesalahpahaman beberapa pihak dalam memaknai isi cuitan Partai Gerindra di media sosial Twitter. Kesalahpahaman itu yang akhirnya disebut Tobi dimanfaatkan oleh buzzer politik yang ikut masuk ke ranah sepak bola.

Sebelumnya di media sosial ramai dibicarakan oknum bobotoh maupun viking yang komplain terhadap ucapan selamat dari Partai Gerindra dan PKS kepada Persija Jakarta yang menjadi juara Liga 1 2018. Bahkan beberapa mengatakan menarik dukungannya kepada PKS maupun Gerindra setelah ucapan tersebut.


"Posisinya Gerindra hanya memgucapkan selamat kepada tim juara yang kebetulan gubernurnya Pak Anies [Baswedan, Gubernur DKI Jakarta]. Tidak ada tendensi untuk menghina bobotoh dan lain-lain. Tapi mungkin dimaknainya karena sekarang ada opini Persija juara sudah diatur, isu mafia sepak bola dan lainnya, jadi mungkin agak sensitif," kata Tobi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/12).

"Yang tadinya tidak pernah komentar soal sepak bola, tiba-tiba ikut memperkeruh sehingga ingin membentur-benturkan antara Gerindra dan Bobotoh atau Prabowo dengan Bobotoh," jelasnya.

Selama ini, lanjut Tobi, baik Gerindra maupun Prabowo tidak memiliki hubungan yang buruk dengan Persib maupun Bobotoh. Sebab, Persib maupun Bobotoh disebut Tobi tidak terafiliasi dengan partai manapun.


"Bobotoh tidak pernah punya masalah dengan partai politik manapun karena sejatinya Bobotoh adalah kelompok yang independen dengan beragam manusia di dalamnya, sehingga tidak dapat diasosiasikan terhadap partai politik manapun," tegas Tobi.

"Urusan sepak bola biarlah menjadi urusan sepak bola. Jangan ditarik menjadi urusan dukung-mendukung calon tertentu dengan memanfaatkan perseteruan antara suporter Bandung dan Jakarta," pintanya.

Senada, Raja Viking Sukabumi Risris Rizal Ali Perkasa juga menyesalkan adanya pihak-pihak yang masih menyangkutpautkan olahraga dengan kondisi politik di Indonesia. Meskipun ia sendiri mengaku kecewa dengan kondisi PSSI dan persepakbolaan di Indonesia saat ini.

Risris menyebut banyak pihak yang mendorong-dorong isu olahraga ke ranah politik sehingga dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab. Ia meminta tidak memberikan ruang kepada provokator di dunia maya guna menaikkan tensi politik yang sedang memanas jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Kalau saya pribadi, ucapan dan dukungan itu hak pribadi orang yang punya kemerdekaan sendiri terhadap hak politiknya, hak pribadinya, jadi sah-sah saja. Olahraga janganlah dibawa ke ranah politik. Walaupun kita kecewa dengan kondisi sepak bola di Indonesia saat ini," ucap Risris yang juga caleg dari Partai Nasdem ini. (TTF/ptr)