PSIM vs PS TIRA Rusuh, Kinerja Wasit Kembali Jadi Sorotan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 22:23 WIB
PSIM vs PS TIRA Rusuh, Kinerja Wasit Kembali Jadi Sorotan PSIM vs PS TIRA berakhir ricuh. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PSIM Yogyakarta mengkritik kinerja wasit saat berhadapan dengan PS TIRA di babak 64 besar Piala Indonesia 2018 yang digelar di Stadion Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (11/12).

"Penampilan para pemain kami tidak buruk, bisa mengimbangi permainan PS Tira, cuma sayang harus terhenti, karena memang kami pikir ada beberapa keputusan wasit yang tidak tepat," kata pelatih kepala PSIM, Bona Elisa Simanjuntak usai pertandingan seperti dikutip dari Antara.

Pertandingan antara PS TIRA melawan PSIM Jogja terpaksa dihentikan pada menit ke-80 karena ribuan suporter PSIM merangsek ke dalam lapangan untuk memprotes wasit. Tim tamu sedang unggul 2-0.


"Saya pikir kedua tim menunjukkan permainan yang bagus, menarik ditonton. Namun saya akui, saya yang bermain di dalam lapangan merasa ada sedikit keputusan wasit yang merugikan kami," kata pemain PSIM, Raymond Ivantonius.

Bona menilai, setidaknya ada dua keputusan wasit yang dinilainya merugikan tim. Yakni, saat wasit memutuskan tidak ada 'hand ball', padahal menurut para pemain PSIM, bola itu mengenai tangan pemain PS TIRA setelah ditendang ke arah gawang.

PS TIRA unggul 2-0 atas PSIM Yogyakarta.PS TIRA unggul 2-0 atas PSIM Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
"Yang agak jelas itu yang pertama hand ball, waktu itu Raymond ada di belakang wasit, kemudian (keputusan wasit) yang kedua kalau kita lihat itu gol kedua posisi pemain PS Tira offside," kata Bona.

Meski demikian, manajemen PSIM tetap menyayangkan sikap suporter yang turun ke lapangan hingga membuat pertandingan terhenti.

"Kalau kecewa sih iya, tapi jangan sampai merugikan seperti ini, karena itu nanti imbasnya ke tim. Kita tanpa dukungan suporter tidak ada apa-apanya, tapi ke depan supaya menyikapi hal-hal yang tidak cocok dengan cara yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, asisten pelatih PS TIRA, Maruzar Nasution menilai pertandingan sebenarnya berjalan cukup berimbang. Namun, disayangkan terhenti karena ulah suporter yang turun ke lapangan.

"Kita sebenarnya tidak menginginkan situasi seperti ini karena kita bermain bola ada yang memimpin, ada aturannya, tapi situasi massa seperti itu tidak bisa kita hindari. Kalau secara permainan berimbang, saling memberikan perlawanan dan enak ditonton," katanya. (jun/jun)


BACA JUGA