Ole Gunnar Solskjaer, Calon 'Supersub' Pelatih Man United

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 11:32 WIB
Ole Gunnar Solskjaer, Calon 'Supersub' Pelatih Man United Ole Gunnar Solskjaer punya tugas berat bila ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United. (REUTERS/Russell Cheyne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ole Gunnar Solskjaer dikenal sebagai salah satu pemain cadangan super alias supersub sepanjang kariernya di Manchester United. Kini, ia kemungkinan besar bakal dituntut untuk jadi supersub dalam posisi manajer Manchester United.

Sepanjang kariernya di Manchester United, Solskjaer lebih sering lekat dengan status pemain cadangan. Namun hal itu tak menghambat ketajaman Solskjaer.

Solskjaer berhasil mencetak 126 gol dari 366 laga bersama Manchester United sepanjang 11 musim di klub tersebut.


Momen paling dikenal dari karier Solskjaer adalah saat ia mencetak gol kemenangan di final Liga Champions 1999. Gol Solskjaer membuat Manchester United meraih treble di musim tersebut.

Kini nama Solskjaer kembali diapungkan sebagai calon manajer Manchester United. Bahkan MU sudah melakukan kesalahan yang bisa jadi indikasi penunjukan Solskjaer lewat video yang diunggah oleh mereka di situs resmi.

Sebagai manajer, Solskjaer merintis kariernya dari bawah. Solskjaer pernah menangani tim cadangan Manchester United dan berprestasi di sana. Paul Pogba adalah salah satu anggota tim yang ditangani oleh Solskjaer saat itu.

Setelah itu, Solskjaer berhasil membawa Molde juara Liga Norwegia pada 2011 dan 2012. Namun setelah itu karier kepelatihannya terbilang mandek. Ia sempat menjadi pelatih Cardiff City pada 2014 namun akhirnya dipecat karena gagal mengangkat prestasi tim tersebut.

Manchester United butuh suntikan kepercayaan diri di tangan manajer baru nanti.Manchester United butuh suntikan kepercayaan diri di tangan manajer baru nanti. (Reuters/Carl Recine)

Naluri Supersub

Solskjaer pernah ditanya rahasia kehebatannya sebagai pemain supersub. Solskjaer seringkali tampil menggebrak dan mencetak gol meski ia hanya mendapatkan sedikit menit bermain.

"Saya berpikir bagaimana memberikan dampak kerusakan besar bagi lawan bila saya nantinya tampil. Saya duduk di bangku cadangan dan mempelajari permainan."

"Saya tidak menganalisis striker lawan. Thierry Henry bisa saja melakukan apapun yang ia inginkan karena itu adalah masalah dan urusan Jaap Stam. Saya mempelajari kesalahan yang dilakukan bek dan full back," ujar Solskjaer dalam wawancara dengan Josimar beberapa tahun lalu.

Ole Gunnar Solskjaer sering mengamati pertandingan sejak masih berstatus sebagai pemain.Ole Gunnar Solskjaer sering mengamati pertandingan sejak masih berstatus sebagai pemain. (Foto: REUTERS/ Action Images / Keith Williams)
Kebiasaan menganalisis permainan sejak masih menjadi pemain cadangan bakal jadi kelebihan dan nilai tambah untuk Solskjaer.

Selain itu, status legenda Manchester United yang dimiliki oleh Solskjaer juga membuat ia punya karisma besar, baik di hadapan pemain Manchester United saat ini maupun di hadapan pendukung Manchester United yang sudah haus gelar juara.

Tetapi, Solskjaer juga harus menghadapi sejumlah tantangan berat lainnya. Skuat Manchester United saat ini dalam kondisi mental yang terpuruk. Mereka tertinggal jauh dalam perburuan gelar Liga Inggris, bahkan juga harus berjuang keras untuk sekadar masuk zona Liga Champions.

Dengan kondisi tersebut, tuntutan untuk Solskjaer hingga akhir musim harus tetap berada dalam skala yang wajar. Tim yang kembali kondusif, masuk zona Liga Champions, dan bertahan hingga babak akhir Liga Champions adalah tuntutan target yang masih logis dijangkau oleh skuat 'Setan Merah'.


Kepiawaian Solskjaer kembali diuji kali ini. Ia harus bisa membuktikan dirinya punya sentuhan magis saat ditunjuk sebagai supersub. Status supersub kali ini akan tetap menempatkannya di pinggir lapangan, namun dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar. (ptr/har)