ANALISIS

Beban Lebih Berat untuk Indra Sjafri di Timnas Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 18:53 WIB
Beban Lebih Berat untuk Indra Sjafri di Timnas Indonesia Jadi pelatih Timnas Indonesia U-22 bisa memberikan beban lebih berat untuk Indra Sjafri. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah agenda Timnas Indonesia menanti Indra Sjafri sebagai pelatih baru Timnas Indonesia U-22. Beban lebih berat pun bisa diemban pelatih asal Sumatra Barat ini.

Tugas Indra Sjafri terasa berat karena pelatih Timnas Indonesia senior Simon McMenemy hanya dihadapkan pada sejumlah pertandingan persahabatan. Termasuk FIFA match day yang ada pada bulan Maret, Juni, September, Oktober, dan November.

Dengan menduduki kursi pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri akan dihadapkan pada sejumlah agenda penting. Mulai dari Piala AFF U-22 2019 di Kamboja, Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, hingga SEA Games 2019 di Filipina.


Ketiga agenda di atas memiliki target yang tidak ringan. Melihat masih dalam lingkup regional Asia Tenggara, Piala AFF U-22 tampaknya wajib diakhiri dengan menjadi juara, sedangkan untuk SEA Games 2019 tidak ada pilihan selain medali emas.

Piala AFF U-22 2019 nanti merupakan kali yang pertama dalam agenda AFF sebagai pengganti dari Piala AFF U-23. Turnamen itu bisa menjadi momentum untuk kebangkitan prestasi Timnas Indonesia.

Pada saat Piala AFF U-23 kali pertama digelar di Thailand, Timnas Indonesia absen dalam pagelaran tersebut. Karena itu dengan dahaga prestasi yang tengah menyelimuti Timnas Indonesia, menjadi juara di Piala AFF U-22 mutlak diraih.

Salah satu alasan Timnas Indonesia perlu memenangi Piala AFF U-22 adalah personel skuat yang sudah dekat dengan Indra Sjafri.

Eks skuat Timnas Indonesia U-19 bisa jadi modal bagi Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-22.Eks skuat Timnas Indonesia U-19 bisa jadi modal bagi Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-22. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Mantan pelatih Bali United itu bisa menggunakan pemainnya saat di Timnas Indonesia U-19. Pasalnya, mayoritas mantan pemain Timnas Indonesia U-19 akan menginjak usia 20 tahun. Kondisi itu bisa menjadi modal yang bagus untuk Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-22.

Karena itu Indra Sjafri tidak akan mengalami proses yang sulit atau dari nol dalam membentuk skuat Timnas Indonesia U-22.

Nama-nama seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, Nurhidayat, Syahrian Abimanyu adalah pemain yang karakternya sudah sangat dikenal Indra Sjafri.

Terlebih lagi sebagian dari skuat Timnas Indonesia U-19 juga punya pengalaman tampil di Liga 1 menghadapi para pemain senior.

Bagaimanapun hasil di Piala AFF U-22 yang digelar di Kamboja pada 17 Februari hingga 2 Maret itu akan jadi bekal bagi Indra Sjafri di ajang berikutnya, Kualifikasi Piala Asia U-23 2020.

Dalam kualifikasi yang digelar pada 22-26 Maret 2019 itu Timnas Indonesia berada di Grup K bersama Vietnam, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Perjuangan Timnas Indonesia di kualifikasi tidak akan mudah karena harus menghadapi dua tim bebuyutan dari Asia Tenggara, Vietnam dan Thailand.

Untuk bisa lolos langsung ke Piala Asia U-23 2020 yang digelar di Thailand, Skuat Garuda perlu menjadi juara grup. Atau minimal meraih runner up terbaik.

Tugas Indra Sjafri lebih berat dibanding Simon McMenemy.Tugas Indra Sjafri di timnas Indonesia lebih berat dibanding Simon McMenemy. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Setelah Piala AFF U-22 dan Kualifikasi Piala Asia U-23, Indra Sjafri perlu menuntaskan tanggung jawabnya dengan tampil di SEA Games 2019 bersama Timnas Indonesia U-23.

Mengingat di setiap pagelaran SEA Games pemerintah dan PSSI menargetkan medali emas, target bagi Indra Sjafri di tahun depan juga tidak akan berubah. Hal itu hanya untuk satu alasan, prestasi Timnas Indonesia.

Terlebih lagi Timnas Indonesia sudah terlalu lama tidak lagi menjadi juara di ajang SEA Games. Kali terakhir Indonesia meraih emas sepak bola di multievent Asia Tenggara itu pada 1991 setelah menang adu penalti 4-3 atas Thailand.

Tanggung jawab Indra Sjafri sebenarnya tidak saja berkutat pada memberikan prestasi bagi Timnas Indonesia U-22, tetapi juga memberikan fondasi atau modal yang bagus untuk Timnas Indonesia senior.

Karena itu, peran Simon McMenemy bisa lebih mudah dalam setiap laga uji coba selama tahun depan (mengingat Timnas Indonesia akan absen di Piala Asia 2019) jika Timnas Indonesia U-22 memiliki performa serta prestasi yang bagus di 2019.

Kendati demikian, satu yang juga perlu disoroti adalah atmosfer sepak bola nasional. Baik atau buruknya performa Timnas Indonesia U-22 akan menentukan masa depan Indra Sjafri.

Bukan tidak mungkin nasib Indra Sjafri dapat terhenti di tengah jalan seperti tahun 2017 lalu jika Timnas Indonesia U-22 mengalami periode yang buruk. Sebab itu, menjadi pelatih Timnas Indonesia U-22 memberikan beban yang lebih berat untuk Indra Sjafri dibanding Simon McMenemy sebagai pelatih tim senior. (sry/jun)