Koulibaly Korban Rasialis Fan Inter: Bangga Warna Kulit Saya
CNN Indonesia
Kamis, 27 Des 2018 07:08 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Bek Napoli Kalidou Koulibaly menjadi korban chant atau yel rasialis dari para fan Inter Milan pada laga Liga Italia 2018/2019 di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (26/12).
Bek asal Senegal itu pun merespons melalui akun Twitternya menanggapi pelecehan rasialis dari sejumlah suporter tim tuan rumah tersebut usai laga yang dimenangkan Inter Milan 1-0.
"Saya menyesalkan kekalahan terutama yang tersisa dari saudara-saudara saya. Namun, saya bangga dengan warna kulit saya. Menjadi orang Prancis, Senegal, dan Napoli: manusia," tulis Koulibaly dalam akun Twitter dia.
Sebelumnya, Koulibaly disebut merasa frustrasi karena hampir sepanjang pertandingan para pendukung La Beneamata merundungnya dengan yel bernada rasis. Bahkan dilaporkan bahwa ia diteriaki dengan sebutan monyet.
Situasi itu membuat Koulibaly tertekan secara emosi sehingga kerap bermain di luar kendalinya. Alhasil pada menit ke-80, pemain belakang 27 tahun itu mendapatkan kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Matteo Politano.
Koulibaly langsung mendapatkan kartu kuning kedua atau kartu merah pada menit ke-81 dari wasit Mazzoleni lantaran dianggap melakukan protes berlebihan.
Padahal, Koulibaly tampil amat krusial dalam menjaga pertahanan Napoli dari serangan-serangan para pemain Inter Milan.
Salah satu aksi penyelamatan gemilang yang ia lakukan adalah dengan menghalau tendanangan Mauro Icardi pada menit ke-43. Saat itu kiper Napoli Alex Meret sudah terkecoh oleh gocekan Icardi dan membiarkan gawangnya tanpa terkawal.
Koulibaly dengan sigap menjaga gawang dan menghalau bola tendangan Icardi dengan kaki kanannya sehingga gawang Napoli aman.
Diusirnya Koulibaly pada menit ke-81 pun membuat pertahanan Napoli rapuh. Inter Milan akhirnya membobol gawang tim arahan Carlo Ancelotti pada menit ke-90 berkat gol Lautaro Martinez. (bac)
Bek asal Senegal itu pun merespons melalui akun Twitternya menanggapi pelecehan rasialis dari sejumlah suporter tim tuan rumah tersebut usai laga yang dimenangkan Inter Milan 1-0.
"Saya menyesalkan kekalahan terutama yang tersisa dari saudara-saudara saya. Namun, saya bangga dengan warna kulit saya. Menjadi orang Prancis, Senegal, dan Napoli: manusia," tulis Koulibaly dalam akun Twitter dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalidou Koulibaly bek andalan Napoli saat melawan Inter Milan. (REUTERS/Alberto Lingria) |
Padahal, Koulibaly tampil amat krusial dalam menjaga pertahanan Napoli dari serangan-serangan para pemain Inter Milan.
Salah satu aksi penyelamatan gemilang yang ia lakukan adalah dengan menghalau tendanangan Mauro Icardi pada menit ke-43. Saat itu kiper Napoli Alex Meret sudah terkecoh oleh gocekan Icardi dan membiarkan gawangnya tanpa terkawal.
Diusirnya Koulibaly pada menit ke-81 pun membuat pertahanan Napoli rapuh. Inter Milan akhirnya membobol gawang tim arahan Carlo Ancelotti pada menit ke-90 berkat gol Lautaro Martinez. (bac)
Kalidou Koulibaly bek andalan Napoli saat melawan Inter Milan. (REUTERS/Alberto Lingria)