Bek asal Senegal itu pun merespons melalui akun Twitternya menanggapi pelecehan rasialis dari sejumlah suporter tim tuan rumah tersebut usai laga yang dimenangkan Inter Milan 1-0.
"Saya menyesalkan kekalahan terutama yang tersisa dari saudara-saudara saya. Namun, saya bangga dengan warna kulit saya. Menjadi orang Prancis, Senegal, dan Napoli: manusia," tulis Koulibaly dalam akun Twitter dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalidou Koulibaly bek andalan Napoli saat melawan Inter Milan. (REUTERS/Alberto Lingria) |
Padahal, Koulibaly tampil amat krusial dalam menjaga pertahanan Napoli dari serangan-serangan para pemain Inter Milan.
Salah satu aksi penyelamatan gemilang yang ia lakukan adalah dengan menghalau tendanangan Mauro Icardi pada menit ke-43. Saat itu kiper Napoli Alex Meret sudah terkecoh oleh gocekan Icardi dan membiarkan gawangnya tanpa terkawal.
Diusirnya Koulibaly pada menit ke-81 pun membuat pertahanan Napoli rapuh. Inter Milan akhirnya membobol gawang tim arahan Carlo Ancelotti pada menit ke-90 berkat gol Lautaro Martinez. (bac)
Kalidou Koulibaly bek andalan Napoli saat melawan Inter Milan. (REUTERS/Alberto Lingria)