Alasan Andik Bikin Klausul Khusus Tak Lawan Persebaya

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 20:44 WIB
Alasan Andik Bikin Klausul Khusus Tak Lawan Persebaya Andik Vermansah (kanan) ungkap alasan bikin klausul khusus dalam kontrak dengan Madura United. (Chalinee THIRASUPA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Andik Vermansah mengungkap alasan membuat klausul dalam kontrak dengan Madura United untuk tidak dimainkan ketika Laskar Sape Kerrab bertanding lawan Persebaya Surabaya di kompetisi musim depan.

Gelandang Timnas Indonesia tersebut resmi bergabung dengan Madura United dari Kedah FA pada Senin (24/12). Namun sebelum proses tanda tangan berlangsung, Andik ingin agar satu syarat khusus disetujui manajer Haruna Soemitro.

Syarat tersebut adalah tidak dimainkan ketika Madura United lawan Persebaya dalam Derbi Jawa Timur di kompetisi musim depan.


"Iya, betul sekali. Saya ada perjanjian kontrak di Madura, saya tidak main lawan Persebaya," kata Andik kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (27/12).

"Bagaimana ya? Terserah orang mau pandang saya tidak profesional atau seperti apa, memang [situasi] saya susah. Niat saya balik ke Indonesia ingin main di Persebaya, ingin sekali di Persebaya dan ingin sampai pensiun. Tetapi semua gagal, dan akhirnya dari beberapa tim hanya Madura [United] yang ada di hati saya," katanya menambahkan.

Andik mengaku sebenarnya di Malaysia masih ada tiga tim yang menawarkan kontrak musim depan. Akan tetapi, ia tetap ingin balik ke Indonesia.

"Setelah saya pikir-pikir, mungkin Madura yang cocok. Kenapa saya tidak mau main lawan Persebaya? Saya bukannya takut, saya tidak bisa ditonton ribuan Bonek [sebutan pendukung Persebaya] karena saya adalah Bonek juga," ucap Andik.

Andik diklaim kenakan kaus Bonek saat tanda tangan kontrak dengan Madura United.Andik diklaim kenakan kaus Bonek saat tanda tangan kontrak dengan Madura United. (CNN Indonesia/Kurniawan Dian)

"Tidak mungkin juga, saya beda seperti yang lain. Seperti Steven Gerrard itu kalau ketemu Liverpool tidak mau main, tetapi saya sesuai perjanjian sama Madura United yang akhirnya disetujui. Alhamdulillah, lancar-lancar saja," ucapnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Andik mengatakan negosiasi kontrak dengan Haruna terkait klausul tersebut sama sekali tidak alot.

"Dia berkata, 'Oh, tidak apa-apa. Itu terserah, hak pemain.' Bukannya saya tidak profesional, tetapi darah dan hati saya seperti berwarna hijau sekali. Susah," ujar dia.

Kekuatan Madura United (kiri) akan bertambah seiring kedatangan Andik Vermansah.Kekuatan Madura United (kiri) akan bertambah seiring kedatangan Andik Vermansah. (Dok. Persija)

Mengenai pendekatan Persebaya sebelum dia direkrut Madura United, Andik tidak mau berkomentar banyak. "Saya takut, saya tidak mau ada berita yang memojokkan saya, Persebaya, dan Madura United. Yang penting adalah saya tidak terpaksa bermain di Madura," ujarnya kembali.

Sementara itu pentolan bonek, Andie Peci, berpendapat keinginan Andik tersebut mewakili seluruh pendukung klub Persebaya. Ia pun mengaku sedih dengan kenyataan Bajul Ijo tak diperkuat pemain berusia 27 tahun tersebut.

"Begini, Andik Vermansah itu tidak hanya sebagai pemain profesional. Ketika dia menolak bermain lawan Persebaya dalam klausul kontrak [Madura United], berarti dia juga Bonek dan bagian dari suporter. Dalam tanda tangan kontrak pun menggunakan kaus Bonek," tutur Andie.

"Artinya memang ketika membuat klausul semacam itu, dia tidak mau ada kesedihan ketika bermain lawan Persebaya. Entah nanti Persebaya menang atau kalah, dia tidak mau mengambil pilihan itu karena dia mencintai klubnya yang mendidik dia dari awal," tuturnya lagi. (map/ptr)