Analisis

Main-main ala Floyd Mayweather Jr

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 11:31 WIB
Main-main ala Floyd Mayweather Jr Floyd Mayweather Jr. terus mendulang uang dan tidak terkalahkan di ring tinju. (REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Juara mah bebas!". Mungkin itu ungkapan yang paling cocok untuk Floyd Mayweather Jr. dalam kapasitasnya sebagai petinju Amerika Serikat di era milenial ini.

Layaknya petinju dunia kebanyakan, Mayweather kini sedang menjalani masa bolak balik pensiun. Tercatat sudah dua kali ia pensiun sejak 2007. Ia memutuskan untuk comeback pada 2009 dan lalu pensiun lagi enam tahun kemudian. Suka-suka dia pokoknya.

Mayweather 'bangkit' lagi kali kedua untuk menjawab tantangan dari petarung seni bela diri campuran (MMA), Conor McGregor. Ia menang TKO dalam ronde ke-10 di T-Mobile Arena pada 26 Agustus 2017.


Setelah itu Mayweather belum kembali pensiun. Saya coba menerka-nerka, kira-kira apa yang diinginkan Mayweather saat ini? Apa yang dia cari?

Uang? Berlimpah. Berdasarkan data dari Forbes, Mayweather merupakan atlet dengan bayaran termahal. Bayaran yang selama ini dia kumpulkan dari setiap kemenangan yang ia hasilkan berkisar US$275 juta atau sekitar Rp3,9 triliun.

Floyd Mayweather Jr. menang mudah atas Tenshin Nasukawa.Floyd Mayweather Jr. menang mudah atas Tenshin Nasukawa. (Toshifumi KITAMURA / AFP)
Belum lagi dukungan sponsor untuk Mayweather yang mencapai US$10 juta atau sekitar Rp144 miliar. Jadi bila dijumlah total pendapatan mencapai US$285 juta atau lebih dari Rp4 triliun. Ini bisa membeli 800 juta porsi camilan telur gulung dengan masing-masing berisi 10 tusuk atau 19 ribu mobil baru Avanza. Fantastis!

Penghasilan Mayweather bahkan unggul jauh dari dua bintang sepak bola dunia Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sekalipun penghasilan mereka dijumlahkan. Messi tercatat memiliki total kekayaan US$111 juta sedangkan Ronaldo sebesar US$108 juta.

Maka dari itu uang jelas tidak jadi soal bagi Mayweather. Harta kekayaan dia barangkali cukup untuk menghidupi tujuh keturunan. Lalu apa yang dia cari dengan bersusah payah masih cari keringat lawan bertarung?

Dari segi catatan rekor bertarung, Mayweather pun terbilang sempurna. Petinju 41 tahun tersebut tidak pernah kalah dari total 50 pertarungan. Bukankah di usia yang tak lagi muda lebih baik dia pensiun daripada kesempurnaan catatan bertarung tersebut rusak karena satu kekalahan?

Saya pun sampai pada pemikiran: Apa mungkin Mayweather sekarang hanya ingin bermain-main saja? Seperti ketika ia memutuskan untuk melawan petarung kickboxer asal Jepang Tenshin Nasukawa. Usai mengalahkan McGregor, Mayweather tidak butuh waktu lama untuk meladeni keinginan Nasukawa bertarung dalam ring tinju di Saitama Super Arena, Jepang, Senin (31/12).

Floyd Mayweather Jr. belakangan lebih tertarik menghadapi petarung yang bukan dari disiplin tinju.Floyd Mayweather Jr. belakangan lebih tertarik menghadapi petarung yang bukan dari disiplin tinju. (REUTERS/Steve Marcus)
Mayweather yakin ia bakal menang mudah, dan pantaslah ia memiliki keyakinan seperti itu. Mungkin dia sudah tahu gaya bertinju seorang petarung MMA dari pertarungan sebelumnya.

Pengalaman menang lawan McGregor tentu menambah kepercayaan diri Mayweather. Kalau saya jadi Mayweather, tentu saya akan sempat memiliki pemikiran: 'Ah, ternyata seperti itu saja kemampuan bertinju petarung MMA.'

Benar saja, Mayweather menang TKO atas Nasukawa saat ronde pertama menyisakan 40 detik dari total tiga menit. Dalam pertarungan lawan Nasukawa, Mayweather sama sekali tidak tampak tegang. Ia bahkan bertinju sambil joget, terlalu santai.

Salah satu alasan Mayweather senang atau tak menutup peluang lawan petarung MMA di ring tinju --selain karena uang-- mungkin karena peluang menang yang lebih besar. Ia ogah bertarung di oktagon karena sadar kakinya tidak sama gesit dengan tangan. Belum lagi mesti belajar berbagai gerakan kuncian. Apa Mayweather bisa?

Mengingat usia yang tak lagi prima, Mayweather tentu tidak mau repot-repot lawan petinju profesional yang rata-rata membutuhkan stamina banyak untuk bermain 12 ronde. Itu yang ia alami dalam delapan pertarungan sebelum lawan McGregor. Sungguh menguras tenaga. Sementara lawan Nasukawa, barangkali Mayweather hanya keringatan ketika pemanasan tapi tidak dalam pertarungan.

Khabib Nurmagomedov berpeluang menjadi lawan Floyd Mayweather Jr.Khabib Nurmagomedov berpeluang menjadi lawan Floyd Mayweather Jr. (REUTERS/Said Tsarnayev)
Dua petarung MMA sudah dia kalahkan, apa lagi yang Mayewather mau lakukan? Pensiun lagi? Mungkin. Tapi saya pikir tidak akan dalam waktu yang dekat, karena Khabib Nurmagomedov.

Sebelum laga lawan Nasukawa, Mayweather sempat menjawab tantangan Khabib. Mayweather mengklaim dia akan menunggu Khabib di ring tinju lantaran Khabib adalah penantang sehingga petarungan UFC asal Rusia itu yang harus menghampiri Mayweather.

Secara kualitas Khabib dan Mayweather memiliki dua persamaan: sama-sama pernah mengalahkan McGregor dan belum terkalahkan. Khabib mengalahkan McGregor dengan cekikan pada UFC 229 di Las Vegas, 6 Oktober 2018. Hasil tersebut menambah rentetan rekor kemenangan selama berkarier di dunia MMA. Tercatat Khabib belum terkalahkan dari 27 pertarungan.

Arena pertarungan Mayweather vs Khabib masih dalam perdebatan. Bisa di ring tinju, bisa juga di ring oktagon. Bila terjadi di ring tinju, Mayweather 60 persen bisa menang. Bila di ring oktagon, 90 persen pasti kalah.

Mayweather juga bisa saja 'menyogok' agar pertarungan digelar di ring tinju, dengan iming-iming bayaran yang tinggi kepada pihak Khabib. Pun jikalau Mayweather ingin bermain-main lawan Khabib, silakan saja tiada yang melarang. Juara mah bebas! (har)