Tisha kembali dipanggil Satgas untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Ombudsman RI pada Jumat (4/1). Ini adalah kali kedua dia memenuhi panggilan tersebut setelah sebelumnya telah dipanggil pada 28 Desember 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johar Lin Eng diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor di Liga 3 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Tadi sisanya 17 pertanyaan, tapi saya rasa tidak [sampai 17 pertanyaan] sih. Saya tidak hitung juga. Setelah ini tidak ada pemanggilan lagi untuk saya," ucap Tisha.
Mengenai kabar panggilan Satgas untuk Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi terkait pengaturan skor, Tisha hanya menjawab dengan singkat. "Tanya Pak Ketum saja," ucapnya.
Untuk memberantas pengaturan skor, PSSI juga berencana untuk membentuk Komite Ad Hoc sebagai usaha untuk menyikapi segala persoalan terkait pengaturan skor.
Komite Ad Hoc nantinya akan mendampingi pada struktur yang sudah ada di PSSI agar pengambilan keputusan akurat dengan data yang sesuai. Hingga saat ini, belum diketahui siapa saja yang akan masuk dalam Komite Ad Hoc.
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi belum memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Dahulu ketika 2014 FIFA membentuk satuan untuk match integrity. Belajar dari hal tersebut, PSSI di dalam waktu dekat mungkin setelah atau pada saat kongres berlangsung kami akan mengundang FIFA untuk bisa memberikan pencerahan," ujarnya melanjutkan.
"Posisinya saat ini gelar Kongres PSSI di Bali, tapi ada arahan juga untuk [menggelar Kongres PSSI] di Medan. Undangan sudah kami sebarkan di Bali, kita lihat seperti apa. Mungkin dalam waktu dua sampai tiga hari ini finalisasi," tutur dia. (map/bac/jun)
Johar Lin Eng diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor di Liga 3 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi belum memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)