PT LIB Merasa Dicurigai Terlibat Dugaan Pengaturan Skor

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 14:09 WIB
PT LIB Merasa Dicurigai Terlibat Dugaan Pengaturan Skor Tigor Shalomboboy memberi keterangan perihal pemanggilan petinggi PT LIB oleh Satgas Anti-Mafia Bola. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menjadi operator kompetisi sepak bola Indonesia merasa dicurigai terlibat dalam dugaan pengaturan skor lantaran beberapa petingginya diperiksa Satuan Tugas Anti-Mafia Bola.

Beberapa pejabat PT LIB seperti Berlinton Siahaan, Tigor Shalomboboy, dan Risha Adi Wijaya tercatat mendapat panggilan dari Satgas Anti-Mafia Bola.
Menanggapi pemanggilan-pemanggilan yang dialamatkan kepada PT LIB, Tigor mengatakan, "Kemarin Pak Berlinton dan Pak Risha hanya dimintakan [keterangan] untuk proses penyelidikan. [Setelah] proses penyelidikan, baru naik ke penyidikan. Dalam hal ini, status terperiksa bisa menjadi saksi maupun tersangka."

"Kasus kemarin ada empat tersangka, jadi ini yang perlu kami jelaskan karena kami diduga [Satgas] terlibat pengaturan skor. Ini masih proses penyelidikan, bukan penyidikan. Kalau naik ke penyidikan, PT LIB siap dipanggil kembali," kata Tigor.

Tigor mengatakan pemanggilan PT LIB murni hak kepolisian. Sebagai warga negara Indonesia, lanjut dia, jajaran petinggi PT LIB,l wajib memenuhi undangan pemanggilan Satgas tersebut.


Senada dengan Tigor, Risha setuju dengan pemanggilan yang dilakukan Satgas terhadap beberapa pelaku sepak bola di Indonesia untuk 'bersih-bersih' olahraga tersebut.

Risha Adi Wijaya dan Tigor Risha Adi Wijaya (kiri) dan Berlinton Siahaan (kedua dari kiri) menjabat sebagai petinggi PT LIB.  (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
"Kami sangat senang dengan adanya pemberian keterangan yang kami sampaikan kepada Satgas, karena kami ingin kompetisi menjadi lebih baik dan bernilai tinggi. Kalau kompetisi berjalan baik, akan berguna bagi klub yang bertanding. Dalam keterangan beberapa hari ini, pokok penyampaian yang kami sampaikan lebih kepada LIB secara korporasi, pemegang saham, direksi dan segala macam, sebelum masuk ke ranah pengolahan kompetisi," ucap Risha.

"Kami menjelaskan hak dan kewajiban LIB, siapa yang bertugas, perangkat pertandingan, siapa yang ditugaskan. Kami juga menyampaikan pendanaan LIB dari mana, sponsor, termasuk bagaimana kami mengelola anggarannya. Kami kasih bukti secara otentik, maka dari itu kemarin kami cukup lama [memberikan keterangan]. Kami memberikan data-data yang akurat dan valid," ucapnya melanjutkan.

Risha tidak ingin membuka bukti ataupun data-data akurat yang diberikan kepada Satgas tersebut. Di samping itu, ia juga menjelaskan secara gamblang hubungan antara PT LIB dengan PSSI.

"Di dalam proses pemberian keterangan, tidak menyinggung secara spesifik pertandingan. Mereka [pihak Satgas] lebih condong melihat secara garis besar," ujar dia.

Lebih lanjut, Risha mengakui pemanggilan tersebut memberikan dampak terhadap PT LIB terutama dari segi komersial.

"Di 2019 ada beberapa hal yang kami persiapan, tentu [pemanggilan Satgas] ini akan menjadi pertanyaan partner kami," ujarnya kembali. (nva/bac)