Indra Nilai Persiapan Awal Timnas Indonesia U-22 Belum Ideal

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 13:10 WIB
Indra Nilai Persiapan Awal Timnas Indonesia U-22 Belum Ideal Indra Sjafri (kanan) menilai persiapan awal Timnas Indonesia U-22 belum ideal. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, menilai persiapan awal untuk Piala AFF U-22 2019 di Kamboja belum ideal karena kompetisi masih libur.

Berbeda dengan Indonesia, sebagian besar negara di Asia Tenggara sudah memulai pertandingan pramusim klub-klub jelang mengarungi kompetisi.

Skuat Garuda Muda sudah menjalani latihan sejak Senin (7/1) di lapangan latihan C Senayan. Sedangkan laga Piala AFF U-22 bakal digelar mulai 17 Februari hingga Maret 2019.


Padahal skema yang ingin dibuat Indra Sjafri yakni menjadikan kompetisi sebagai persiapan awal sebelum masuk ke Timnas Indonesia.

"Jadi mereka itu pramusimnya di tim nasional. Jadi terbalik begitu. Lain dengan tiga pemain kami yang di luar negeri. Itu mereka pramusim di klub. Makanya silakan mereka pramusim di klub, tapi saat dia kita perlukan nanti untuk rencana kami harus hadirkan dia," ucap Indra.

Sebanyak tiga pemain yang disebut Indra Sjafri saat ini sedang berada di luar negeri, yakni Ezra Walian yang masih menjalani musim bersama RKC Waalwijk, Saddil Ramdani yang membela Pahang FA, dan Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk.

Ezra Walian masuk seleksi skuat Timnas Indonesia U-22. (Ezra Walian masuk seleksi skuat Timnas Indonesia U-22. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Indra Sjafri berharap tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk membentuk tim melalui tahapan seleksi yang tengah dilakukannya. Saat ini, ia sudah memanggil 38 pemain yang bakal mengikuti seleksi dan melalui tahap promosi dan degradasi pada Sabtu (12/1).

Dalam dua hari latihan Indra Sjafri sudah menyebut semua pemain yang dipanggil sudah sesuai dengan harapannya. Nantinya, ia bakal mencari yang terbaik dari 38 pemain terbaik yang masuk di pemusatan latihan kali ini.

"Ya Alhamdulillah. Saya pikir saya pribadi juga bisa beradaptasi dengan cepat dengan mereka dan mereka juga baru dua hari sudah saling nyambunglah berkomunikasinya," kata Indra.

Sementara untuk tiga pemain yang sedang berada di luar negeri, Indra Sjafri memilih untuk tetap memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjalani latihan dengan nyaman di klubnya masing-masing.

"Sekarang kan mereka lagi pre-season sama dengan kami. Dan saya tahu Saddil, saya tahu Egy, dan saya tahu Ezra. Mereka tidak mungkin saya seleksi lagi. Saya tahu persis siapa mereka. Oh belum tentu juga kalau masuk skuat. Tetapi saya mengamati mereka sama seperti yang di sini dan saya lebih baik mengambil sikap dia persiapan di klubnya," ujarnya.

Indra Sjafri sendiri mengatakan realistis menentukan target Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Sebelumnya, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyebut Timnas Indonesia U-22 tidak ditarget gelar juara di Piala AFF U-22. Event tahunan tersebut dianggap sebagai ajang uji coba untuk ke kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

"Saya pikir setiap pelatih tentu punya target tinggi. Tetapi tinggi saja tidak bisa, harus realistis. Saya pribadi akan membuat tim ini secepat mungkin terbentuk dengan uji coba pertama nanti ada pertandingan internasional dan ada tiga lokal. Dan setelah itu kita baru bisa mematok target apa di Piala AFF nanti," kata Indra Sjafri usai memimpin latihan di Lapangan Madya Senayan, Selasa (8/1).

Pelatih 55 tahun itu tidak mau menyebut jika waktu yang dipersiapkan untuk membentuk skuat Timnas Indonesia U-22 mepet. Pemusatan latihan (TC) tahap pertama sekaligus seleksi awal dimulai sejak, Senin (7/1). Sedangkan Piala AFF U-22 digelar mulai 17 Februari sampai 2 Maret 2019.

"Saya pikir enggak mepet juga, jangan juga dibilang mepet. Sebenarnya tim nasional itu tidak ada juga, harusnya seleksi atau TC yang jangka panjang, asal kompetisi lagi berjalan," ujarnya. (TTF/bac)