Ratusan ancaman tersebut diketahui usai pebasket asal Turki ini menyatakan kepada publik tidak ingin pergi ke London dengan New York Knicks pada Jumat (4/1). New York Knicks akan bertanding lawan Wshington Wizards di O2 Arena, London, pada 17 Januari 2019.
Untuk sementara, Kenter beranggapan satu-satunya tempat yang paling aman adalah Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sekitar 100 orang [yang terdiri dari] jurnalis, pemimpin komunitas dan guru, yang bersuara menentang pemerintah [Turki]. Mereka diculik dan dikirim kembali ke Turki. Itulah kenapa saya takut pergi ke London," katanya.
Enes Kanter pernah mengkritik keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Harry How/Getty Images/AFP) |
"Karena sekarang saya merasa seperti orang Amerika Serikat. Saya berencana untuk menjadi warga negara Amerika pada 2021. Namun untuk sekarang, selain Amerika, saya merasa tidak benar-benar aman untuk bepergian ke mana pun di seluruh dunia," ucap dia.
Setahun kemudian, saat Kenter masih membela Oklahoma City Thunder, paspor dia ditahan di bandara Rumania saat mendarat di Bucharest. Alhasil, ia pun kembali lagi ke Amerika Serikat.
Dia meyakini kejadian yang dialami itu merupakan konsekuensi dari pandangan politik dan kritik terhadap Edorgan.
Lebih lanjut, Kanter -- yang menyebut Edorgan sebagai 'Hitler Abad Ini' -- mengatakan London memiliki banyak komunitas Turki.
"Ada banyak pendukung gila [Edorgan] di sana. Setelah saya membuat komentar tentang [batal pergi ke] London itu, saya menerima ratusan ancaman kematian hampir setiap hari. Saya sangat takut menghadapi mereka," ujar pebasket yang bermain di posisi center tersebut.
"Termasuk di media sosial. Saya sangat sedih melihat orang Turki mengancam saya seperti itu. Saya menceritakan hal ini kepada tim," ujarnya.
Pihak New York Knicks, ucapnya, tidak melarang pergi ke London. Dengan catatan, Kenter tidak boleh keluar kamar dan dikawal pihak keamanan selama 24 jam dalam sepekan.
Sementara itu mantan pemain NBA yang sekarang menjadi penasihat Edorgan, Hidayet Turkoglu, menyebut ketakutan Kenter tidak masuk akal. Ia bahkan menganggap hal itu sebagai 'kampanye kotor' Kanter untuk melawan pemerintah Turki.
Tukoglu mengklaim Kanter tidak pergi ke London karena masalah visa ketimbang faktor keamanan.
"Kami tahu dia tidak bisa pergi ke berbagai negara karena masalah visa sejak 2017. Dengan kata lain, Kenter tidak bisa ke Inggris bukan karena takut nyawanya diancam, tapi masalah paspor dan visa. Inilah kebenarannya sejak lama, dia sedang mencoba untuk menjadi pusat perhatian dengan pernyataan politik dan pembenaran yang irasional," tuturnya. (map/bac/jun)
Enes Kanter pernah mengkritik keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Harry How/Getty Images/AFP)