Nadeo dipanggil ke Timnas Indonesia U-22 menggantikan Hilman Syah dari PSM Makassar yang terdegradasi di tahap pertama seleksi. Ini bukan kali pertama buat Nadeo dipanggil ke Timnas Indonesia, sebelumnya ia juga pernah dipanggil ke Timnas Indonesia U-19 pada saat dipegang Fakhri Husaini di 2015 lalu.
"Saya penasaran juga bagaimana dilatih sama Coach Hendro. Untuk saat ini saya belum merasakan dilatih oleh Coach Hendro karena beliau berhalangan hadir," kata Nadeo usai latihan di Lapangan A Senayan, Senin (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiper 21 tahun itu mengaku tak minder untuk bersaing dengan tiga nama lain yang dianggap sudah sering malang melintang di Timnas Indonesia. Ia justu bakal memanfaatkan kesempatan ikut di Timnas Indonesia U-22 untuk berbagi pengalaman dan ilmu dengan tiga kiper lainnya.
Para pemain menikmati persaingan di Timnas Indonesia U-22. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Syafril yang merupakan gelandang Persib Bandung U-19 itu mengaku bersyukur dan senang dengan kesempatan yang didapatnya. Ia pun memilih untuk menikmati setiap proses yang dijalaninya tanpa memikirkan persaingan di dalam Timnas Indonesia itu sendiri.
"Persaingan, ya memang sepak bola itu persaingan, jadi menikmati saja. Tidak ada [bersaing], semua sama, bagus semua. Saya harus lebih berjuang lagi. Sekarang masih awal, awal masih capek [latihannya]," kata Syafril.
"[Di Timnas Indonesia] sama saja, yang membedakan di Timnas Indonesia, saya banyak teman baru," tuturnya. (ttf/jun)
Para pemain menikmati persaingan di Timnas Indonesia U-22. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)