Sebelumnya, Vigit menduga juara Liga 1 dan Liga 2 terlibat pengaturan skor. Chief Operations Officer (COO) Persija Jakarta, M Rafil Perdana, membantah tegas dugaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernyataan yang diucapkan oleh Saudara Vigit adalah tendensius dan tidak berdasar. Kami berpendapat Saudara Vigit terkesan ingin mencari kambing hitam dan melakukan pembenaran atas kesalahan yang dia lakukan karena pada saat ini dia sudah ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan kasus suap yang menimpanya," sambungnya.
Tersangka pengaturan skor sepak bola, Vigit Waluyo. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman) |
Persija menunjuk kuasa hukum Malik Bawazier untuk menangani masalah tersebut. Rafil juga mendukung pihak kepolisian dalam rangka mengungkapkan kasus mafia sepak bola.
"Pemain, official, dan manajemen Persija serta the Jakmania saya mohon agar tetap tenang dengan adanya pernyataan yang tidak berdasar sekaligus pemberitaan yang tidak benar. Sebab, tentunya, mungkin saja ada pihak-pihak yang menginginkan kehancuran Persija yang kita cintai," ucap Rafil.
"Jika memang ada tuduhan maka itu harus dibuktikan. Pihak-pihak yang menuduh harus diberikan ganjaran yang setimpal," ucapnya. (map/jun/sry)
Tersangka pengaturan skor sepak bola, Vigit Waluyo. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)