Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan Joko Driyono harus menyelesaikan pertemuan dengan pihak Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) terkait area perwasitan ketika penggeledahan Kantor PSSI berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ke sana [kantor PSSI], benar, hanya lima menit. Sekadar menyapa, kan tuan rumahnya saya. Tidak ada masalah, apapun yang diminta kami tunjukkan," ucap Tisha.
Kantor PSSI digeledah Satgas Anti Mafia Bola. (Dok. Divisi Humas Polri) |
Tisha mengaku tidak masalah bila ruangannya di kantor PSSI diperiksa Satgas Anti Mafia Bola. PSSI, lanjutnya, juga tidak meliburkan para pegawai yang bekerja di sana.
"Tidak, tidak bisa libur. Kalau kami libur, ada pelatih yang lagi kursus, wasit yang lagi kursus, anak-anak Garuda Select yang pulang dari Spanyol hari ini. Wah kalau diliburkan, 'rakyat' kami ini bagaimana?" ujar Tisha.
PSSI tidak meliburkan karyawannya. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Tisha pun berjanji akan terbuka mengenai segala hal tentang sepak bola Indonesia kepada pihak Satgas. PSSI, katanya, tidak menutup-nutupi sesuatu.
"Semua kami pertanggungjawabkan dan disahkan di kongres, berjalan sesuai dengan statuta yang ada. Apabila memang ada elemen-elemen pidana yang terjadi dalam kasus-kasus keolahragaan yang terjadi saat ini, PSSI membutuhkan bantuan dari pemerintah utamanya kepolisian untuk dapat sama-sama songsong pemberantasan area match fixing issue dan lain sebagainya yang melanggar integritas olahraga," tutur dia.
Hingga berita ini diturunkan para awak media masih menunggu hasil pemeriksaan Satgas di kantor PSSI di lantai 14 FX Sudirman. Satgas memeriksa berkas-berkas di sana sejak pukul 10.30 WIB. (map/jun)
Kantor PSSI digeledah Satgas Anti Mafia Bola. (Dok. Divisi Humas Polri)
PSSI tidak meliburkan karyawannya. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)