Kantor PSSI Digeledah, Ketua Umum Temui Wasit Jepang

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 17:29 WIB
Kantor PSSI Digeledah, Ketua Umum Temui Wasit Jepang Joko Driyono temui instruktur wasit Jepang saat kantor PSSI digeledah Satgas. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono tidak ada di kantor ketika Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola bentukan Badan Reserse Kriminal dari Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) melakukan penggeledahan pada Kamis (30/1).

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan Joko Driyono harus menyelesaikan pertemuan dengan pihak Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) terkait area perwasitan ketika penggeledahan Kantor PSSI berlangsung.

"Tapi saya komunikasi [dengan Joko]. Hari ini Pak Joko, saya, dan perwakilan dari JFA yaitu Yoshimi Ogawa, sepakat untuk melanjutkan kerja sama hingga 2020," kata Tisha kepada para awak media usai konferensi pers di The Sultan Hotel.


Tisha sempat mampir ke kantor PSSI saat penggeledahan berlangsung sebelum menggelar konferensi terkait Timnas Indonesia U-16 di The Sultan Hotel.

"Saya ke sana [kantor PSSI], benar, hanya lima menit. Sekadar menyapa, kan tuan rumahnya saya. Tidak ada masalah, apapun yang diminta kami tunjukkan," ucap Tisha.

Kantor PSSI digeledah Satgas Anti Mafia Bola.Kantor PSSI digeledah Satgas Anti Mafia Bola. (Dok. Divisi Humas Polri)
"Keperluannya apa nanti akan kami sampaikan. Karena tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, saya tidak perlu menempel hingga selesai. Saya izin untuk melakukan pekerjaan PSSI yaitu membina pelatih, pemain, dan wasit," ucap Tisha menambahkan.

Tisha mengaku tidak masalah bila ruangannya di kantor PSSI diperiksa Satgas Anti Mafia Bola. PSSI, lanjutnya, juga tidak meliburkan para pegawai yang bekerja di sana.

"Tidak, tidak bisa libur. Kalau kami libur, ada pelatih yang lagi kursus, wasit yang lagi kursus, anak-anak Garuda Select yang pulang dari Spanyol hari ini. Wah kalau diliburkan, 'rakyat' kami ini bagaimana?" ujar Tisha.

PSSI tidak meliburkan karyawannya.PSSI tidak meliburkan karyawannya. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Jadi ini [penggeladahan] bukan suatu hal yang membuat aktivitas sepak bola berhenti, itu dulu. Ini adalah proses untuk menjadi lebih baik, yang harus kami lalui secara bersama-sama. Dan tidak boleh inisiatif dari kepolisian ini menjadi kontra-produktif sampai harus kantor kami liburkan," ucap Tisha.

Tisha pun berjanji akan terbuka mengenai segala hal tentang sepak bola Indonesia kepada pihak Satgas. PSSI, katanya, tidak menutup-nutupi sesuatu.

"Semua kami pertanggungjawabkan dan disahkan di kongres, berjalan sesuai dengan statuta yang ada. Apabila memang ada elemen-elemen pidana yang terjadi dalam kasus-kasus keolahragaan yang terjadi saat ini, PSSI membutuhkan bantuan dari pemerintah utamanya kepolisian untuk dapat sama-sama songsong pemberantasan area match fixing issue dan lain sebagainya yang melanggar integritas olahraga," tutur dia.

"Karena apa pun yang kami lakukan untuk sepak bola Indonesia, jangan sampai jadi kontra-produktif. Kami melakukan apapun, bekerja sama dengan kepolisian, masyarakat," ujar Tisha.

Hingga berita ini diturunkan para awak media masih menunggu hasil pemeriksaan Satgas di kantor PSSI di lantai 14 FX Sudirman. Satgas memeriksa berkas-berkas di sana sejak pukul 10.30 WIB. (map/jun)