Jonatan dan Anthony mengaku kehilangan sosok Liliyana, salah satu senior di Pelatnas PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Cipayung yang sudah lebih dari dua dekade membela Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga berterima kasih banget sama Ci Butet yang sudah ngasih banyak banget prestasi untuk Indonesia dan menjadi inspirasi bagi kami, para juniornya. Ya, pokoknya kami semua sebagai juniornya di Pelatnas bisa mencontoh Ci Butet untuk mengejar prestasi kedepannya," ucap Anthony.
Liliyana Natsir menjalani laga terakhir dalam kariernya pada final Indonesia Masters 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Ci Butet salah satu sosok senior yang humble dan membuat kami termotivasi untuk berprestasi lebih," ujar Jonatan.
Target Jonatan dan Anthony pada 2019
Pada tahun 2019, Jonatan dan Anthony mengusung target berbeda. Jonatan menarget untuk dapat meraih gelar perdana di ajang BWF World Tour Super 1000 dan Super 750 atau yang dahulu lebih tenar dengan istilah Super Series.
"Saya pribadi karna masih belum dapat (gelar) di Super Series, saya ingin dapat gelar Super Series," kata Jonatan.
Jonatan Christie belum pernah meraih gelar BWF World Tour. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
Setelah gagal meraih gelar di Indonesia Masters 2019, Jonatan dan Anthony tengah mempersiapkan diri berburu gelar di turnamen-turnamen berikutnya. Terdekat, mereka akan berlaga di kejuaraan prestisius, All England 2019.
"Jadi siapapun di tunggal putra dan putri punya kesempatan yang sama. Kami juga optimis," imbuh Ginting. (ptj/nva)
Liliyana Natsir menjalani laga terakhir dalam kariernya pada final Indonesia Masters 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jonatan Christie belum pernah meraih gelar BWF World Tour. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)