Gede Bantah Mundur Terkait Polemik Dokumen Persija

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 03:46 WIB
Gede Bantah Mundur Terkait Polemik Dokumen Persija Gede Widiade mundur dari kursi Direktur Utama Persija Jakarta sejak 1 Februari. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gede Widiade membantah pengunduran dirinya berhubungan dengan polemik dokumen yang berisi laporan keuangan Persija Jakarta yang turut ditemukan di kantor PT Liga Indonesia.

Dokumen yang berisi laporan keuangan Persija turut ditemukan Satgas Antimafia Bola Polri pada saat penggeledahan di Kantor Komite Disiplin [Komdis] yang juga merupakan eks kantor PT. Liga Indonesia. Dokumen tersebut disebut sengaja dirusak.


Gede mengaku tidak mengetahui secara detail soal dokumen Persija yang turut dibawa Satgas.


"Dokumen apa yang dipindah saya tidak tahu, Lillahi Ta'ala. Sepulang saya dari Turki, saya tanya mas Rafil [COO Persija, M. Rafil Perdana], kami tidak tahu," kata Gede pada keterangan persnya, Rabu (6/2).

Secara yuridis, Gede dan Rafil mundur dari struktur organisasi Persija per 1 Februari lalu. Setelah melaporkan hasil Persija selama semusim kepada pemegang saham, tugas keduanya sudah selesai.

Saat ini, Gede menyebut pemegang saham sudah melakukan kegiatan reorganisasi dengan pergantian direksi. Keputusan apapun yang saat ini diambil direksi, termasuk memindahkan kantor Persija, di luar kewenangannya.

"Pemindahan tersebut dilakukan karena kami bukan penentu kewenangan, pemindahan tersebut kami tidak diberitahu sama sekali. Pemindahan dari Duren Tiga dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan kami," ujar Gede.

Persija merupakan klub yang sahamnya dimiliki PT. Jakarta Indonesia Hebat, Yayasan dan individu. Meski begitu, Gede tidak menyebutkan secara detail individu-individu yang memiliki saham di Persija.

"Pengunduran diri saya bukan karena itu [ada masalah di Persija]. Keputusan ini sebenarnya sudah lama dan pemegang saham sudah tahu," terangnya.

Gede mengaku siap untuk dimintai keterangan oleh pihak Satgas Antimafia Bola jika hal itu diperlukan.


"Saya ikuti alur hukum. Jadi, karena sudah ranah yuridis yang ditangani polisi, ikuti saja. Mau diapakan lagi," tutur Gede. (TTF/ptr)