Analisis

Timnas Indonesia U-22 Belum Meyakinkan Jelang Piala AFF

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 20:21 WIB
Timnas Indonesia U-22 Belum Meyakinkan Jelang Piala AFF Timnas Indonesia U-22 belum cukup meyakinkan jelang Piala AFF U-22 2019. (Dok. Bhayangkara FC)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri telah menguji skuatnya dengan tiga laga uji coba melawan klub-klub Liga 1 jelang melakoni Piala AFF U-22 2019.

Dari uji coba tersebut, skuat Garuda Muda hanya meraih hasil imbang. Menghadapi Bhayangkara FC, Andy Setyo dan kawan-kawan ditahan 2-2.

Tim Merah Putih sempat unggul 2-1 melalui gol Andy Setyo dan Gian Zola. Namun, Bhayangkara mampu menyamakan skor menjadi 2-2 berkat gol Ilham Udin Armaiyn dan Mahir Radja pada menit ke-83.


Situasinya pun sama ketika menghadapi Arema FC. Timnas Indonesia U-22 sempat unggul 1-0 melalui gol Hanif Sjahbandi pada babak kedua.

Singo Edan menyamakan kedudukan pada menit ke-83 melalui gol Roberto Lima Gladiator. Gol tersebut tercipta berawal dari blunder Nadeo.

Nadeo gagal mengantisipasi dengan sempurna tendangan mendatar Rivaldi Bawuo dari luar kotak penalti. Gladiator yang tidak terkawal kemudian menyambar dan menceploskan bola ke gawang kiper Garuda Muda itu.

Timnas Indonesia U-22 Belum Meyakinkan Jelang Piala AFFTimnas Indonesia U-22 bermain imbang 2-2 lawan Bhayangkara FC. (Dok. Bhayangkara FC)
Pada laga uji coba terakhir melawan Madura United, situasinya berbeda. Timnas Indonesia U-22 sempat tertinggal dari Laskar Sape Kerrab melalui gol Slamet Nurcahyo memanfaatkan umpan silang Andik Vermansah.

Striker Marinus Wanewar menjadi pemecah kebuntuan Garuda Muda setelah dimainkan pada babak kedua. Ia mencetak gol menyamakan skor menjadi 1-1 pada dua menit tambahan waktu babak kedua.

Marinus langsung menyambar bola umpan datar dari Billy Paji Keraf di dalam kotak penalti. Bola tak mampu ditepis kiper Madura United dan bersarang ke gawangnya.

Total empat gol kebobolan dalam pertandingan tentu bukan angka yang menggembirakan bagi tim yang bakal melakoni Piala AFF U-22 mulai 17-26 Februari di Kamboja itu.

Sebagian besar dari jumlah kebobolan itu pun terjadi karena kurang konsentrasi dalam menjaga konsistensi permainan mereka.

Timnas sudah empat kali kebobolan dalam tiga laga uji coba. (Timnas sudah empat kali kebobolan dalam tiga laga uji coba. (Dok. Bhayangkara FC)
Timnas Indonesia U-22 tampak belum meyakinkan mulai dari lini belakang hingga depan.

Di sektor pertahanan, 'lubang besar' masih menganga sehingga mudah sekali Merah Putih kebobolan. Kembali masalah koordinasi dalam bertahan menjadi momok yang selalu menghantui tim besutan Indra Sjafri.

Lini belakang kerap terlambat menutup ruang tembak para penyerang lawan. Kebobolan pertama Timnas Indonesia U-22 dari Bhayangkara FC menjadi bukti nyata.

Nurhidayat tak sempurna memblok bola tendangan keras Ilham Udin sehingga bola sedikit berubah arah dan tak mampu diantisipasi kiper Riyandi.

Lini tengah Merah Putih juga belum sempurna dalam memainkan transisi permainan. Terutama dalam melancarkan serangan balik usai lepas dari tekanan tim lawan.

Indra sendiri sempat mengakui persoalan itu, terutama di tim pelapisnya. Pada laga uji coba terakhir, mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 itu menurunkan trio Hanif Sjahbandi, Luthfi Kamal, dan Muhammad Rafli menghadapi Madura United yang menurunkan para pemain bintang.

Tiga pemain itu tampaknya yang menjadi andalan utama di lini tengah. Meski demikian, lini tengah belum benar-benar menjadi penyambung antarlini yang solid.

Lini depan juga belum menampilkan ketajamannya, terutama di posisi striker. Dari empat gol tersebut, hanya satu gol yang disumbangkan dari striker yakni Marinus Wanewar. Sisanya dicetak dari para penyerang lini kedua.

Indra sendiri membawa dua striker. Selain Marinus, ada pula nama Dimas Drajad. Ia sempat dimainkan sebagai starter saat melawan Madura United. Namun, performanya belum meyakinkan sebelum digantikan Marinus.

Marinus Wanewar (kiri) salah satu andalan Timnas Indonesia U-22 di lini depan. (Marinus Wanewar (kiri) salah satu andalan Timnas Indonesia U-22 di lini depan. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Para pemain terutama di lini belakang, belum terlihat rapi dalam membangun serangan. Mereka banyak berkutat di pertahanan lawan, namun kurang memiliki variasi dalam menyerang. Padahal, itu dibutuhkan untuk memecah kebuntuan mendobrak dan mencetak gol ke gawang lawan.

Meski performa belum meyakinkan, skuat Timnas Indonesia U-22 masih cukup menjanjikan untuk tampil di Piala AFF. Meski tak pernah menang, lawan-lawan mereka merupakan level klub Liga 1 yang menurunkan para pemain senior bahkan penggawa asing.

Sejumlah kekurangan tersebut pun bukan yang paling mendasar sehingga masih ada ruang perbaikan bagi Indra. Belum lagi masih ada sejumlah nama seperti Egy Maulana Vikri, Ezra Walian, dan Saddil Ramdani yang masih kans bergabung meski tipis. Mereka masih tertahan izin di klub masing-masing di luar negeri.

Kecuali dua nama pertama yang amat tipis peluangnya gabung, Saddil tampaknya coba diupayakan PSSI agar Pahang FA mengizinkannya bergabung.

Sebelumnya, Saddil mengeluh karena tak mendapat izin dari klubnya. Padahal menurut pengakuan Indra, klub tersebut mengizinkan tiga pemainnya membela Timnas Malaysia di Piala AFF U-22. (bac/jun)