Analisis

Akhir Bulan Madu Solskjaer dengan Man United

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 07:51 WIB
Akhir Bulan Madu Solskjaer dengan Man United Ole Gunnar Solskjaer mengalami kekalahan perdana sebagai manajer Manchester United. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ole Gunnar Solskjaer menalan kekalahan pertama sebagai manajer Manchester United usai David de Gea dan kawan-kawan takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) di leg pertama Liga Champions 2018/2019 di Stadion Old Trafford, Selasa (12/2) waktu setempat.

Solskjaer ditunjuk manajemen Man United sebagai manajer sementara pada 19 Desember 2018 atau satu hari setelah Setan Merah memecat Jose Mourinho, dua hari sebelum penunjukkan Man United merupakan undian babak 16 besar Liga Champions.

Kendati demikian, dipilihnya Solskjaer menangani Man United cukup memberikan dampak signifikan untuk juara 20 kali Liga Inggris ini.


Sebelum menghadapi PSG di 16 besar, Man United sukses meraih delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi di bawah arahan Solskjaer. Total Man United mendapat 10 kemenangan sejauh ini, hanya Burnley yang menahan imbang 2-2 Marcus Rashford dan kawan-kawan saat tampil di Liga Primer Inggris.

Tidak saja tanpa kekalahan, peringkat Man United juga terdongkrak di klasemen sementara Liga Primer Inggris. Usai kalah 1-3 dari Liverpool yang merupakan laga terakhir Jose Mourinho, Man United berada di peringkat keenam dengan tertinggal 11 poin dari Chelsea yang berada di posisi keempat.

Akhir Bulan Madu Solskjaer dengan Man UnitedKylian Mbappe mencetak gol ke gawang David de Gea. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)
Akan tetapi dalam sembilan pekan ke depan Solskjaer sukses menempatkan Man United ke posisi keempat menggeser Chelsea. Di turnamen domestik lainnya, Man United juga melaju ke babak kelima Piala FA.

Solskjaer pun seketika mendapat pujian dari banyak pihak. Terutama pada mantan pemain Man United yang kini menjadi pengamat atau komentator.

Lebih dari itu, isu Solskjaer akan menjadi manajer permanen Man United untuk musim depan juga mulai muncul. Manajer 45 tahun itu benar-benar menikmati masa-masa indah layaknya pengantin baru.

Tidak saja memberikan prestasi untuk Man United, Solskjaer juga mengubah gaya bermain klub yang bermarkas di Old Trafford itu dengan permainan menyerang. Padahal sebelumnya Man United kerap dikritik bermain pragmatis bersama Mourinho.

Gelandang asal Prancis Paul Pogba juga mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai pengatur serangan. Mantan pemain Juventus itu terlihat produktif di bawah Solskjaer dengan mencetak delapan gol dan memberikan lima assist.

Hanya saja, bulan madu Solskjaer dengan Man United kandas di tangan PSG. Juara bertahan Ligue 1 itu mempermalukan Man United di depan pendukungnya sendiri dengan menang 2-0.

Man United dan PSG bermain imbang 0-0 di babak pertama leg pertama 16 besar Liga Champions. Akan tetapi permainan di babak kedua berubah drasti untuk kedua tim.

Man United yang awalnya tampil agresif sejak menit awal babak pertama mendadak kehabisan bensin di babak kedua. Penurunan performa The Red Devils ini sebenarnya sudah terlihat sejak memasuki menit ke-35.

Akhir Bulan Madu Solskjaer dengan Man UnitedMarcus Rashford gagal mencetak gol ketika Manchester United menjamu Paris Saint-Germain. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)
Digantinya Anthony Martial dan Jesse Lingard oleh Alexis Sanchez dan Juan Mata di babak kedua justru membuat alur serangan tuan rumah tidak teratur.

Lini belakang Man United juga mudah ditembus barisan serangan PSG yang memiliki kecepatan, seperti Kylian Mbappe dan Angel Di Maria. Yang paling buruk sektor kanan pertahanan Man United yang ditempati Ashley Young kerap kosong dan menjadi sasaran empuk pemain PSG.

Dua gol tim tamu asal Prancis itu dicetak bek Presnel Kimpembe di menit ke-53 dan Kylian Mbappe menit ke-60. Pahit bagi Man United kedua gol itu berasal dari umpan pemain mereka, Angel Di Maria.

Kemalangan bagi Man United dalam laga itu bertambah setelah Paul Pogba dikartu merah wasit Daniele Orsato di menit ke-89 usai menerima kartu kuning kedua karena menjegal Dani Alves.

Tugas Solskjaer kini memulihkan mental pemainnya yang harus menelan kekalahan pertama dalam 11 laga terakhir. Kali terakhir Man United kalah saat dibungkam Liverpool 1-3.

Hanya saja, hasrat Man United dan Solskjaer untuk kembali ke jalur kemenangan tidak akan mudah. Maklum, laga berikutnya bagi Man United adalah melawan Chelsea di Piala FA pada 18 Februari. Selanjutnya, Liverpool sudah menanti Man United di Old Trafford enam hari berikutnya. (sry)