Menpora Harap Sprinter Muda Lanjutkan Perjuangan Purnomo

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 18:34 WIB
Menpora Harap Sprinter Muda Lanjutkan Perjuangan Purnomo Menpora Imam Nahrawi melayat ke kediaman almarhum Purnomo Muhammad Yudhi. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap para sprinter muda melanjutkan perjuangan almarhum Purnomo Muhammad Yudhi.

Imam melayat ke kediaman Purnomo, legenda atletik Indonesia yang meninggal dunia, Jumat (15/2).

Selain mengucapkan belasungkawa kepada keluarga, Imam juga sempat ikut membacakan tahlil di hadapan mendiang Purnomo yang meninggal akibat kanker kelenjar getah bening sejak empat tahun lalu.


"Kita semua berduka cita, bangsa Indonesia, masyarakat olahraga atletik dan olimpian atas meninggalnya Purnomo, sprinter yang menginspirasi sprinter muda untuk berjuang, berprestasi sampai level Olimpiade. Beliau telah memulai dan memberikan contoh," kata Imam usai melayat.

Di mata Imam, mendiang Purnomo disebut sebagai sosok yang sangat gigih, kuat dan sangat besar harapannya untuk kembali sehat. Sekalipun kondisinya sering keluar-masuk rumah sakit, namun semangat untuk sembuh terus ditunjukkan semifinalis Olimpiade Los Angeles 1984 itu.

Selama empat tahun menderita kanker kelenjar getah bening, Purnomo sudah lima kali menjalani paket kemoterapi. Empat kali dilakukan di Indonesia dan sekali di Singapura.

Menpora RI Imam Nahrawi berharap para sprinter muda meneruskan perjuangan Purnomo Muhammad Yudhi. (Menpora RI Imam Nahrawi berharap para sprinter muda meneruskan perjuangan Purnomo Muhammad Yudhi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Selama itu tidak ada kata menyerah dalam diri Purnomo untuk melawan penyakitnya, kecuali ingin kembali sehat. Spirit sportivitas yang tertanam dalam diri seorang atlet itu yang terus ditunjukkannya sampai detik terakhir.

"Kepada sprinter muda, mari kita lanjutkan perjuangan almarhum. Cita-cita besar pelari Indonesia bisa jadi juara di level Olimpiade. Inspirasi dan semangat almarhum bisa masuk jadi bagian spirit supaya tidak ada hentinya bagi para sprinter muda lainnya untuk terus berprestasi," ucap Imam.

Terkait peran pemerintah, Imam menyebut bakal terus memperhatikan kesejahteraan atlet dan mantan atlet ke depannya. Tak hanya pemerintah, ia juga berharap ada dukungan dari pihak swasta untuk membantu memperhatikan kesejahteraan atlet.

"Kita semua, pemerintah sejak dulu, sekarang dan masa yang akan datang ingin memperhatikan kesejahteraan atlet. Beberapa waktu lalu kami pernah mengumpulkan legenda atlet di Bidakara [malam penghargaan untuk atlet berprestasi]. Itu salah satu semangat yang ditunjukkan pemerintah."

"Ini pelajaran bagi kita semua bahwa atlet tidak bisa kita biarkan sendiri. Baik yang masih aktif maupun yang mantan atlet harus ditemani terus supaya bisa jadi ikon. Karena tidak hanya bonus, atau pengangkatan jadi PNS tapi banyak hal lain, terutama juga peran pihak swasta," tutup Menpora Imam. (TTF/sry)