Raih Emas Kejuaraan Dunia, Eko Yuli Dapat Bonus Rp450 Juta

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 12:54 WIB
Raih Emas Kejuaraan Dunia, Eko Yuli Dapat Bonus Rp450 Juta Eko Yuli Irawan mendapat bonus Rp450 juta dari Presiden dan Kemenpora. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keberhasilan Eko Yuli Irawan meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi membuat dirinya mendapat bonus Rp450 juta.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan Presiden Joko Widodo bakal memberikan bonus sekitar Rp250 juta kepada Eko. Pihak Kemenpora juga turut memberikan bonus atas keberhasilan tersebut.

"Pak Presiden berikan bonus Rp250 juta untuk Eko biar langsung masuk [ke rekening]. Kemenpora juga akan memberikan bonus Rp200 juta," kata Imam di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (8/11).


Hal ini disampaikan usai mendampingi Eko Yuli bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Ketua Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Rosan Roeslani juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Imam menuturkan total uang itu masih belum termasuk bonus yang bakal diberikan PABBSI kepada lifter asal Lampung ini. Hal itu diamini Rosan.

"Kami memang berikan (bonus) bukan hanya kepada atlet tapi juga tim yang mendukung sampai tukang pijat dan pelatihnya kami berikan. Kami mau rinci dulu. Insyaallah akan menyenangkan," ucap Rosan.
Eko Yuli Irawan disambut oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka.Eko Yuli Irawan disambut oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Sementara itu, Eko Yuli masih malu-malu ketika ditanyakan rencana setelah menerima bonus dari pemerintah.

"Yang pasti ditabung ya," ucap Eko Yuli sambil tersenyum dengan tiga medali emas masih tergantung di lehernya.

Eko menegaskan target selanjutnya adalah fokus menyiapkan diri untuk Olimpiade 2020 di Jepang. Setiap hari, dirinya berlatih dua sesi atau sekitar enam jam.

Eko sendiri punya mimpi untuk bisa memiliki sasana angkat besi sebagai upaya untuk membantu proses regenerasi.

"Yang pasti, saya ingin punya sasana sendiri di masa depan. Hal itu bertujuan agar bisa menampung remaja-remaja (calon atlet). Saya sudah belasan tahun di angkat besi dan sepertinya sudah mengerti skill dan cara menangani atlet."

"Saya juga ingin mencetak atlet sehingga prestasi di angkat besi tidak mandek. Yang saya takutkan, setelah saya pensiun belum ada lagi (atlet baru)," ucap Eko. (chri/ptr)