OTT KPK ke Kemenpora, Imam Nahrawi Sedang di Luar Kota

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 00:07 WIB
OTT KPK ke Kemenpora, Imam Nahrawi Sedang di Luar Kota Menpora RI Imam Nahrawi tengah berada di luar kota saat OTT KPK terhadap sejumlah pejabat Kemenpora RI. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Menpora RI (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengaku tidak tahu menahu sebelumnya soal operasi tangkap tangan (OTT) sejumlah pejabat Kemenpora oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/12) malam di Kantor Kemenpora RI.

Gatot menerangkan, Menpora RI Imam Nahrawi juga tidak mengetahui soal OTT KPK terhadap sejumlah pejabat KPK tersebut karena tengah berada di luar kota.

"Tadi sekitar jam 20-an (20.00 WIB) ya. Pada saat saya ada acara di luar kantor. Dapat info masuk di WA [Whatsapp] saya kalau ada petugas KPK yang melakukan penggeledahan di sini [Kantor Kemenpora] dan membawa beberapa pejabat [Kemenpora] yang ada di Deputi IV," terang Gatot kepada CNNIndonesia.com.


Gatot lantas langsung memberikan kabar soal OTT KPK terhadap pejabat Kemenpora itu ke Menpora yang juga tak berada di Kantor Kemenpora. Imam Nahrawi saat itu tengah ada acara di luar kota.

Imam Nahrawi tengah berada di luar kota saat OTT KPK terhadap sejumlah pejabat Kemenpora. (Imam Nahrawi tengah berada di luar kota saat OTT KPK terhadap sejumlah pejabat Kemenpora. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Pak Imam sudah saya kabari," ujar Gatot yang sempat menghadir acara Malam Penghargaan Sponsor dan Karyawan Asian Games 2018 di Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Selasa (18/12) sore.

Gatot sendiri merinci pejabat-pejabat Kemenpora yang ditangkap tangan oleh KPK. Mereka adalah Deputi IV Kemenpora, pejabat PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), Bendahara, dan dua Staf Kemenpora. Sedangkan tiga ruangan sudah disegel KPK yaitu, Ruang Deputi IV, Asdep Olahraga dan Prestasi, dan ruang staf,

Gatot sendiri bergegas dan sampai ke Kantor Kemenpora pada pukul 21.30 WIB menuju Gedung PP ITKON tempat ruang Deputi IV di lantai tiga untuk memperoleh keterangan lebih lanjut. Informasi itu pun didapat dari para staf Kemenpora.

"Kami di Kemenpora tentu saja terkejut dan sedih, karena saya selalu mengingatkan pada seluruh jajaran di Kemenpora untuk tidak melanggar peraturan yang berlaku dalam penggunaan APBN," tutur Gatot.

"Kami tetap menghormati proses hukum yang berlaku dan menunggu keterangan lebih lanjut dari KPK, sehingga kami tidak bisa berandai-andai mengenai kasusnya sampai ada penjelasan resmi dari KPK," terang Gatot. (TTF/bac)