Supir: Saya Rusak Garis Polisi Karena Utang Budi pada Jokdri

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 21:03 WIB
Supir: Saya Rusak Garis Polisi Karena Utang Budi pada Jokdri Supir Joko Driyono, Dani mengakui sudah memahami risiko yang bakal dihadapi olehnya saat masuk ke kantor Komdis PSSI. (ANTARA FOTO/Wibowo Armando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Supir Joko Driyono, Dani mengaku nekat masuk ke Kantor Komisi Disiplin PSSI lantaran utang budi pada Joko Driyono.

Dalam program Mata Najwa di Trans 7, Dani mengaku dirinya mendapat instruksi untuk masuk ke kantor oleh Jokdri. Jokdri meminta mengamankan semua dokumen berbentuk kertas [kecuali majalah dan buku] dan laptop.


"Saya sampai bawa dua ransel. saya keluar melalui pintu tempat saya masuk, yaitu pintu belakang. Saat saya sudah sampai lampu merah di bundaran epicentrum, saya mendapat perintah untuk mengamankan CCTV juga," ucap Dani.


Dani mengakui bahwa dirinya sudah menyadari hal yang dilakukannya tersebut berisiko menyeret dirinya berurusan dengan pihak berwajib.

"Sebelum bapak [Jokdri] menelepon, teman saya sudah mengirim gambar lewat WA pintu depan [yang sudah dipasang garis polisi]. Saya baru membukanya setelah menerima telepon. Saya tahu semua risikonya. Dan itu pasti ketahuan, saya sudah tahu. Di lift ada CCTV."

"[Saya melakukan ini] karena saya banyak utang budi sama beliau," ujar Dani.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan wajib lapor, Dani sendiri masih tetap bekerja. Dani sempat mengantar Jokdri ke sebuah pertemuan.

"Bapak bertanya pada saya 'Kamu nyaman gak dengan situasi seperti ini? Bila tidak, saya disuruh di rumah saja dan tetap digaji. Namun saya memilih seperti biasa saja [tetap bekerja]," ucap Dani.

Dani mengatakan Jokdri meminta maaf dengan kondisi dirinya yang saat ini jadi tersangka perusakan barnag bukti.

"Bapak meminta maaf, karena instruksi dia, kondisinya jadi begini. Dia siap pasang badan supaya saya tidak masuk bui." (ptr/nva)