Tersangka Pengaturan Skor: Semua Wasit Mau Diajak Kompromi

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 22:35 WIB
Tersangka Pengaturan Skor: Semua Wasit Mau Diajak Kompromi Dwi Irian alias Mbah Putih mengaku sering bekerja sama dengan wasit. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka praktik pengaturan skor Dwi Irianto alias Mbah Putih mengatakan semua wasit di sepak bola Indonesia mau diajak kompromi untuk membantu salah satu tim yang bertanding.

Demikian diungkapkan Dwi Irianto dalam program Mata Najwa, Rabu (20/2) malam. Dwi kini ditahan di Polda Metro Jaya terkait pengaturan skor di Liga 3 hasil laporan dari mantan manajer Persiba Banjar Negaya, Lasmi Indaryani.

"Ada kerjasama, ada transaksi, dan harus menguntungkan diri sendiri. Pengaturan skor itu di bola pasti ujung-ujungnya ada judi. Semua wasit mau diajak kompromi," kata Dwi Irianto.


"Kalau kita bicara menang kalah, mulai kepengurusan siapapun ini ada pengaturan minta tolong wasit, itu semuanya bisa melakukan," sambungnya.

Pria yang akrab disapa Mbah Putih itu mengungkapkan tarif 'upeti' kepada wasit di tiap kasta kompetisi berbeda-beda. Kompetisi paling elite punya tarif lebih besar.

Plt Ketum PSSI Joko Driyono tersangka pengrusakan barang bukti.Plt Ketum PSSI Joko Driyono tersangka pengrusakan barang bukti. (ANTARA FOTO/Wibowo Armando)
"Setiap klub pasti punya kemampuan finansial yang berbeda. Dan ada perbedaannya, kalau Liga 3 paling 10 juta."

Pertama, biasanya Mbah Putih mengajak perangkat pertandingan untuk makan bersama beberapa hari jelang pertandingan dilanjutkan dengan negosiasi harga.

"Biasanya setelah dari komite, kita ajak makan malam perangkat pertandingan," ujarnya.

Mbah putih yang merupakan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengaku menyesal.

"Saya menyesal. Dalam artian, saya tidak paham. Mohon maaf, saya awalnya dimintai tolong. Tapi akhirnya saya seperti ini. Baru saya sadar ini kejahatan setelah diskusi dengan penyidik. Saya bersalah melakukan ini. Dengan bapak-bapak polisi inilah saya sadar," tutur Mbah Putih sambil menahan tangis. (jun/jun)