Persiapan menjelang debut Timnas Indonesia di Piala Asia berlangsung cukup panjang. Genoa jadi tempat pelatnas sebelum terbang ke Arab Saudi dan akhirnya tiba di 'medan perang' sesungguhnya di Uni Emirat Arab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Widodo C. Putro mengaku sepatu yang digunakan saat gol salto menghilang. (CNN Indonesia/Artho Viando) |
Tidak pernah saya mengetes tendangan salto di latihan. Itu pertama kali dalam karier saya melakukan salto ketika menerima umpan lambung.
Satu-satunya hal yang saya sesali dari gol salto itu adalah sepatu yang ketika itu saya gunakan tak diketahui keberadaannya. Dulu sepatu itu sempat dikasih ke kakak, tetapi tidak kembali. Beruntung saya masih memiliki kaos tanding yang saya gunakan ketika mencetak gol salto dan sekarang ada di cafe milik saya yang bernama cafe WCP di Gresik.
Di luar catatan bersama Timnas Indonesia, mungkin ada hal lain yang bisa sedikit dibanggakan yakni perolehan kartu. Sepanjang karier menjadi pemain depan, saya tentu pernah mendapat penjagaan hingga menerima beragam perlakuan.
Jujur yang membuat saya kesal bukan perlakuan sang pemain, tapi lebih kepada mangkel kepada wasit. Alhasil dalam sebuah duel, saya menotok leher sang pemain dan seketika dia seperti pingsan dan langsung diganti. Saya menyesal dan meminta maaf setelah itu. Itulah kartu kuning pertama dan terakhir dalam karier saya.
Sepak Bola Indonesia Harus Maju
Selain masa-masa indah, tentunya saya mengalami masa yang kurang enak dan sampai sekarang masih kerap ditanyakan kepada saya. Seperti soal final Liga Indonesia 1994/1995 dan kepindahan saya dari Bali United. Baiklah, dalam kesempatan ini saya akan menjawab dua hal tersebut.
Widodo C. Putro meninggalkan Bali United di pengujung musim lalu. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf) |
Daripada membincangkan masa lalu, saya ingin sepak bola Indonesia maju dari banyak hal. Infrastruktur adalah salah satu hal penting yang bisa menunjang prestasi dan kualitas. Pembinaan usia muda juga menjadi bagian yang tentu dibutuhkan.
Saya juga menaruh banyak harapan mengenai keberadaan Satgas Anti Mafia Bola yang ada sekarang ini. Semoga tahun ini harus lebih baik, dan tahun depan juga menjadi lebih baik.
Karena kerja sama juga saya bisa menyetel dengan berbagai penyerang top Indonesia seperti Peri Sandria, Rochy Putiray, Miro Baldo Bento, Kurniawan Dwi Yulianto, sampai Bambang Pamungkas. (har)
Widodo C. Putro mengaku sepatu yang digunakan saat gol salto menghilang. (CNN Indonesia/Artho Viando)
Widodo C. Putro meninggalkan Bali United di pengujung musim lalu. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Widodo Cahyono Putro saat ini melatih Persita Tangerang. (CNN Indonesia/Artho Viando)
Widodo Cahyono Putro membawa Timnas Indonesia merebut emas SEA Games 1991. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)