FOTO: Jejak Sejarah Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Kamis, 28/02/2019 17:53 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Mengintip jejak sejarah terdapat lapangan sepak bola Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) yang menjadi cikal bakal kelahiran Persija Jakarta.

Di kawasan padat penduduk di Petojo, terdapat lapangan sepak bola Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) yang menjadi cikal bakal kelahiran Persija Jakarta. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Sejarah mencatat pada 28 November1928, klub bernama Voetbalbond Boemipoetera (VBB) mulai didirikan. Namun namanya tak bertahan lama dan pada 30 Juni 1929, VBB berganti nama menjadi Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Di kawasan Petojo inilah MH Thamrin turut membantu pembangunan stadion bersejarah dengan sumbangan sebesar 2000 Gulden untuk membeli lahan yang kini menjadi Stadion VIJ. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Pada Mei 1942, VIJ terpaksa mengganti nama untuk menghindari pemberangusan Jepang terhadap segala hal berbau Belanda. Pada tahun 1950, VIJ resmi bernama Persija dan markas pun berpindah ke lapangan Menteng. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Adalah Abuduloh Palawah (76) biasa dipanggil Dullah menjadi salah satu saksi pembangun Stadion VIJ. Semula ia direkrut tim Jakarta Putra dari kota kelahirannya, Manado. Jakarta Putra merupakan salah satu klub internal Persija untuk membina talenta muda. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Pertama kali Dullah tiba di Jakarta pada 1965, Stadion VIJ hanyalah lapangan sepak bola berpagar kawat yang dikelolah tentara. Baru Pada tahun 1980, lapangan ini dipugar hingga menjadi stadion. Kepemilikannya pun diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Stadion dengan kapasitas 500 penonton itu kini sudah dikepung hutan beton berupa rumah dan gedung. Kondisi rumput yang mulai botak, papan skor yang rusak, dan kontur lapangan yang bergelombang membuat stadion ini mulai ditinggal penyewa. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Terhitung hanya Sekolah Sepak Bola (SSB) Atamora, komunitas orang Padang, dan komunitas etnis Tionghoa dari Kalimantan Barat yang masih rutin menggunakan lapangan ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Stadion VIJ kini diambil alih oleh Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta. Stadion seluas 110x70 meter tersebut juga disewakan untuk urusan nonolahraga, semisal konser musik, festival, atau resepsi pernikahan sekali pun untuk tambahan biaya pemeliharan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)