Bobotoh Bersyukur PSSI Cabut Hukuman

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 20:38 WIB
Bobotoh Bersyukur PSSI Cabut Hukuman Bobotoh bersyukur PSSI cabut hukuman. (CNN Indonesia/HYG)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendukung Persib Bandung, Bobotoh, bersyukur PSSI mencabut hukuman larangan menonton secara langsung di stadion.

Pendukung Persib sebelumnya dihukum tak boleh masuk stadion saat laga kandang di luar Jawa hingga akhir musim kompetisi 2018. Persib juga tak bisa menggelar pertandingan kandang dengan penonton sampai paruh musim 2019.

Hukuman itu diberikan PSSI kepada Bobotoh lantaran adanya suporter Persija, Haringga Sirila di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Liga 1 musim lalu. Akan tetapi, belakangan PSSI memutuskan untuk mencabut hukuman bagi pendukung Persib untuk kompetisi musim ini.


"Alhamdulillah, ini keputusan penting PSSI. Persib pakai baju bukan sekedar pakai baju, itu jiwa dan identitas. Terima kasih semua yang sudah mengupayakan ini," kata Ketua Klub Suporter Viking, Herru Joko, kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (1/3).

Herru mengatakan pencabutan tersebut bukan berarti PSSI tidak tegas atau konsisten. Menurut Herru peristiwa tewasnya Haringga, lanjut dia, tidak direncanakan.

Laga Persib vs Persija musim lalu jadi pemicu dihukumnya Bobotoh.Laga Persib vs Persija musim lalu jadi pemicu dihukumnya Bobotoh. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
"Kemarin kami lagi baik-baik saja, ada masalah itu. Saya bisa bertanggung jawab," ucap dia.

"Ketika kejadian, masyarakat sedang menikmati menyaksikan pertandingan. Hanya 0,1 persen yang memiliki niat buruk melakukan itu," ucapnya menambahkan.

Selain pendukung Persib, PSSI juga mencabut hukuman suporter Arema Yuli Sumpil dan Fany. Mereka dihukum karena turun lapangan dan melakukan provokasi kepada pemain lawan sebelum laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 6 Oktober 2018.

"Itu [Aremania] jelas ada orang turun ke bawah, hukum harus ditegakkan. Dari kacamata saya, saya lihat pembunuhan Haringga itu dilakukan oknum. Kalau Aremania, saya tidak tahu bagaimana," ujar Herru. (map/jun)