Digadang Jadi Ketua Umum PSSI, Budi Waseso Bingung Jam Tidur

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 05:59 WIB
Digadang Jadi Ketua Umum PSSI, Budi Waseso Bingung Jam Tidur Budi Waseso tercatat sebagai Direktur Utama Perum Bulog. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Kepala Badan Narkotik Nasional Budi Waseso yang sudah memegang dua jabatan, mengaku bingung jika dikaitkan dengan posisi ketua umum PSSI.

Pria yang akrab disapa Buwas itu belakangan menjadi salah satu sosok yang kerap disebut sebagai calon pengisi jabatan PSSI 1.

Namun Kepala Badan Reserse Kriminal Polri tahun 2015 itu memilih tidak dikaitkan dengan jabatan yang sebelumnya diduduki Edy Rahmayadi lantaran memiliki kesibukan sebagai Direktur Utama Perum Bulog serta Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.


"Urusan Bulog ini merupakan urusan perut masyarakat Indonesia dan tidak mudah karena harus dipertanggungjawabkan," kata Buwas dikutip dari Antara.

"Amanah tersebut untuk membangun generasi muda yang akan datang agar lebih berkualitas dengan pembinaan yang mendasar," sambungnya merunut pada posisi di Ka Kwarnas.

Digadang Jadi Ketua Umum PSSI, Budi Waseso Bingung Jam TidurBudi Waseso kini menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Dok. Kwarnas)
Buwas pun menilai jika benar menjadi pemimpin PSSI, maka ia akan semakin sibuk dan tidak memiliki waktu beristirahat. "Kapan saya tidurnya jika harus memegang beberapa jabatan," tuturnya.

Buwas berharap publik dan pihak terkait dapat memajukan nama lain untuk memimpin PSSI pada masa yang akan datang karena menurutnya banyak sosok lain yang mampu menjadi ketua umum di badan sepak bola tertinggi Indonesia tersebut.

"Jika memiliki komitmen dan kemauan keras membangun sesuatu apapun, termasuk PSSI pasti bisa," kata Buwas.

Selain Buwas, nama lain yang sempat muncul dan diusulkan ketua umum PSSI oleh komite eksekutif PSSI dan klub Liga 1 adalah Krishna Murti yang kini menjabat sebagai Wakil Satgas Anti Mafia Bola, mantan Kapolda Metro Jaya M. Iriawan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, pengusaha Erick Thohir, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Antara/nva)