Dalam unggahan di akun @krishnamurti_bd91 tersebut, Krishna membandingkan foto antara suporter sepak bola dari Indonesia dan suporter sepak bola luar negeri. Di judul foto tersebut, Krishna menulis: 'Yang bawah Supporter bola beda tim di LN [Luar Negeri].. Yang atas bukan penonton bola.. #kmupdates'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achmad mengatakan unggahan Krishna bersifat provokatif. Hal tersebut, lanjutnya, menggangu upaya Aremania yang sedang berbenah ke arah yang lebih baik.
Satgas Anti Mafia Bola saat ini tengah menyelesaikan kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
"Kalau mau terbuka, kenapa suporter lain seperti yang curi sepeda motor, membunuh, kok tidak diunggah? Unggahan seperti Aremania ini termasuk unggahan tidak bagus," ucapnya melanjutkan.
[Gambas:Instagram]
Selain itu Achmad juga menyampaikan Satgas Anti Mafia Bola seharusnya mengayomi dan memberikan hal-hal positif. Bukan membanding-bandingkan dengan suporter lain.
"Harusnya tidak seperti itu, teman-teman Arema semua sangat terluka. Kami ini sekarang dalam proses menuju baik kok," ujar Achmad.
Beberapa saat kemudian, Krishna Murti kemudian memberikan klarifikasi tentang maksud unggahan tersebut.
"Postingan saya sebelumnya yang tentang foto suporter salah satu tim yang sedang rusuh dengan suporter bola di luar negeri menimbulkan kekecewaan Aremania. Tidak ada maksud saya untuk menyudutkan tim tertentu. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa kerusuhan sepak bola jangan terjadi lagi di Indonesia."
"Kebetulan fotonya tim tersebut. Faktanya foto itu saya ambil dari berita online dan bukan hoax. Namun demikian update tersebut sudah saya hapus," ucap Krishna Murti dalam unggahan di akun Instagram miliknya.
Krishna Murti mengaku dirinya punya hubungan yang erat dengan Arema dan Aremania.
"Sebagai bagian dari kota Malang, saya tidak ingin kerusuhan terjadi lagi di Malang dan di kota-kota lain di Indonesia. Apalagi saya mencintai Arema."
"Kapan-kapan saya ada waktu main ke Malang, akan ketemu Arek-arek Malang, mau minta maaf langsung kalau tersinggung," ujar Krishna Murti. (bac)
Satgas Anti Mafia Bola saat ini tengah menyelesaikan kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)