Marcus/Kevin Ungkap Penyebab Kekalahan di All England 2019

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 23:58 WIB
Marcus/Kevin Ungkap Penyebab Kekalahan di All England 2019 Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo lebih menitikberatkan kekurangan diri sebagai penyebab kekalahan pada babak pertama All England 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tidak banyak mengumbar alasan mengenai kekalahan pada babak pertama All England 2019.

Marcus/Kevin kalah 19-21, 22-20, dan 17-21 dari Liu Cheng/Zhang Nan pada fase 32 besar All England tahun ini dalam pertandingan yang berlangsung selama 68 menit.

Gagal melewati Liu/Zhang, Marcus/Kevin untuk kali pertama gagal di ajang All England dalam tiga tahun terakhir.


"Hari ini saya tampil kurang baik, lawan lebih siap dari kami. Soal beban pasti ada, cuma ya nggak terlalu siap ke sini, persiapan memang kurang," kata Marcus dikutip dari situs resmi PBSI.

"Soal lawan, nggak ada perubahan terlalu banyak, kurang lebih permainan mereka sama seperti itu. Masih banyak yang perlu ditingkatkan dari kami," timpal Kevin.

Marcus/Kevin Sebut Penyebab Kalah di Babak I All England 2019Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo bermain tiga gim menghadapi Liu Cheng/Zhang Nan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Mengenai kartu merah yang didapat Marcus lantaran dianggap terlambat kembali ke lapangan dan membuat angka lawan bertambah di awal gim kedua, pemain yang kini tergabung di klub Jaya Raya itu tidak ingin berspekulasi.

"Enggak tahu juga kenapa, katanya telat masuk lapangan, padahal barengan (dengan lawan). Pasti ada pengaruhnya, lumayan lawan dapat satu poin," ucap Marcus.

Jonatan Akui Beruntung ke Babak Kedua

Sebelum kekalahan Marcus/Kevin, Jonatan Christie lebih dulu berlaga dan berhasil meraih tiket ke babak kedua berkat kemenangan atas Lee Dong Keun.

Jonatan yang menang 21-16 pada gim pertama sempat tertinggal 11-19 pada gim kedua. Sepuluh poin beruntun yang diraih Jonatan menjadi kunci kesuksesannya melewati babak pertama.

"Ada faktor keberuntungan untuk saya pada gim kedua. Pada gim pertama, saya bermain agak tegang karena pada awal permainan masih mencari pola. Saya merasakan shuttlecock pada tahun ini lebih kencang, pada tahun sebelumnya shuttlecock terasa lebih berat," jelas peraih emas Asian Games 2018 itu.

"Waktu tertinggal 11-19 itu, saya hanya berusaha bermain tanpa beban. Mungkin Lee ada trauma, sudah memimpin jauh jadi tersusul. Sebetulnya permainan dia tidak jauh beda dengan yang sebelumnya. Saya hanya lebih berusaha untuk tidak mengikuti tipe mainnya dia yang agak lambat," jelasnya.

Pada babak kedua Jonatan akan menghadapi pemenang dalam laga yang mempertemukan Kidambi Srikanth dan Brice Leverdez. (nva/nva)


BACA JUGA