Susy Susanti Menangis Usai Ahsan/Hendra Juara All England

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 13:03 WIB
Susy Susanti Menangis Usai Ahsan/Hendra Juara All England Ganda putra Indonesia Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan meraih gelar juara setelah mengalahkan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. (dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti mengaku tak kuasa menahan tangis menyaksikan keberhasilan pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juara di All England 2019.

Ahsan/Hendra meraih gelar juara setelah mengalahkan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. Gelar ini terasa sangat istimewa karena Hendra sebetulnya dalam kondisi yang tidak fit setelah di semfinal mengalami cedera betis kanan.

Namun, Hendra berhasil mengatasi persoalan cedera untuk menuntaskan perlawanan Aaron/Soh di partai puncak. Gelar ini menjadi yang kedua bagi keduanya setelah meraih gelar serupa di All England 2014.


"Seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak ada yang mustahil. Sebelum pertandingan berakhir, semua memungkinkan saja. Kita lihat perjuangan dari Ahsan/Hendra luar biasa," ucap Susy.

"Kami semua terharu, saya sampai menangis. Karena [dengan Hendra cedera], peluangnya kecil. Ini jadi panutan buat adik-adik, kesempatan sekecil apa pun kalau kita berusaha, pasti ada jalan. Saya percaya dan untuk Ahsan/Hendra, mereka betul-betul berjuang. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk Indonesia. Itu yang kita patut bangga," ia melanjutkan.

Susy Susanti Menangis Usai Ahsan/Hendra Juara All EnglandSusy Susanti mengaku tidak terharu melihat perjuangan luar biasa yang ditunjukkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan saat meraih gelar All England 2019. (Dok. PBSI)
Secara keseluruhan, Susy juga melihat kiprah para pemain muda mengalami peningkatan di All England. Terbukti tahun ini ada tiga wakil Indonesia yang lolos ke semifinal, sementara tahun lalu hanya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang melaju hingga empat besar.

Indonesia meloloskan tiga wakil ke semifinal yaitu Ahsan/Hendra, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Namun dua nama terakhir gagal mengikuti jejak Ahsan/Hendra.

"Kalau tahun lalu yang lolos ke semifinal ada satu, sekarang bisa tiga. Padahal kans ke final bisa tiga wakil, tapi balik lagi ke pengalaman, ketenangan, yang bisa menentukan si atlet itu bisa tampil sampai akhir. Apalagi di turnamen bergengsi seperti ini," kata Susy.

"Fajar/Rian saya harap lebih konsisten saja. Mereka tinggal butuh ketenangan, kematangan, jam terbang yang lebih. Karena masih muda, seringkali mereka agak sedikit 'goyang'. Yang kurang sedikit dari mereka itu keberanian di lapangan, cueknya mereka, tenangnya mereka," ujar Susy. (nva)