Gubernur Sumsel Bantah Larang Ronaldinho Main di Jakabaring

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 16:28 WIB
Gubernur Sumsel Bantah Larang Ronaldinho Main di Jakabaring Ronaldinho pernah memperkuat kesebelasan-kesebelasan besar seperti Barcelona. (AFP PHOTO / LLUIS GENE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membantah klaim yang menyebutkan dia melarang Ronaldinho berlaga di Stadion Gelora Sriwijaya atau yang lebih dikenal dengan Stadion Jakabaring.

Herman menyatakan tidak memiliki sangkut paut dengan kewenangan izin Ronaldinho. Gubernur yang baru dilantik pada Oktober 2018 itu menilai pihak yang memiliki kaitan langsung dengan sosok asal Brasil itu adalah manajemen kompleks Jakabaring karena kawasan tersebut sudah dikelola perusahaan.

"Tanyakan pada pengelola Jakabaring Sport City karena ada manajemen yang mengelola kawasan olahraga terpadu tersebut," ucap Herman dilansir dari Antara.


Herman justru mengatakan kedatangan mantan pemain Barcelona itu seharusnya mendapat dukungan. Ia pun membuka kemungkinan lain mengenai pembatalan kehadiran Ronaldinho

Gubernur Sumsel Bantah Larang Ronaldinho Main di JakabaringRonaldinho dikabarkan tidak dapat bermain di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang. (REUTERS/Damir Sagolj)
"Mungkin saja belum ada kecocokan harga maupun jadwal kedatangan atau yang lainnya karena saya belum mengetahui. Sebenarnya sepak bola atau olahraga lainnya harus didukung karena untuk pembibitan," tuturnya.

Gubernur Sumsel Bantah Larang Ronaldinho Main di Jakabaring
Ronaldinho sebelumnya dijadwalkan tampil di Stadion Jakabaring pada akhir Maret ini untuk tampil dalam laga ekshibisi sebagai bagian kejuaraan Piala Alex Noerdin yang sudah bergulir tiga bulan lalu.

Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Piala Alex Noerdin 2019, Eddy Sofyan, menyebutkan Ronaldinho batal ke Palembang karena belum mendapat izin kendati sudah mencoba menghubungi beberapa pihak terkait.

Setelah gagal tampil di Palembang, sempat muncul wacana menampilkan Ronaldinho dalam laga ekshibisi di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (antara/jun)