LAPORAN DARI VIETNAM

Dimas Drajad Blok Penalti, Pemain Brunei Darussalam Menangis

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 11:33 WIB
Dimas Drajad Blok Penalti, Pemain Brunei Darussalam Menangis Timnas Indonesia U-23 menang tipis atas Brunei Darussalam. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Hanoi, CNN Indonesia -- Penyerang Timnas Indonesia U-23, Dimas Drajad, yang jadi kiper dadakan berhasil menepis penalti saat mengalahkan Brunei Darussalam 2-1 pada laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (26/3). Sebagian pemain Brunei menangis usai kegagalan tersebut.

Sebagian anak asuh Stephen Ng Heng Seng menangis lantaran tidak bisa memanfaatkan peluang emas di menit akhir untuk menahan imbang Timnas Indonesia U-23.

Andai Naziruddin Haji Ismail bisa membobol gawang Dimas pada masa injury time babak kedua, Brunei akan mengakhiri laga dengan skor 2-2. Namun, tendangan Naziruddin ke arah kanan bisa dibaca dengan sempurna oleh Dimas.


Sebelum momen yang menegangkan itu, Brunei berhasil memperkecil skor menjadi 1-2 juga melalui titik penalti. Azim Izamuddin yang menjadi eksekutor sukses memperdayai Dimas yang menggantikan posisi Muhammad Riyandi.

Dimas Drajad Blok Penalti, Pemain Brunei Darussalam MenangisTimnas Indonesia U-23 mengalahkan Brunei Darussalam dalam laga terakhir kualifikasi Piala Asia U-23 2020. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Kiper Barito Putera itu diusir wasit setelah menerima dua kartu kuning dalam insiden penalti pertama. Sedangkan dua gol Timnas Indonesia U-23 diciptakan Dimas Drajad pada menit ke-30 dan Muhammad Raffi Syarahil menit ke-79'.

Dalam sesi jumpa pers usai laga, Heng Seng memberikan respons positif soal tangis sebagian pemain Brunei.

Dimas Drajad Blok Penalti, Pemain Brunei Darussalam Menangis
Heng Seng mengaku sejak awal Brunei menargetkan hasil imbang melawan Witan Sulaeman dan kawan-kawan. Target tersebut hampir saja terwujud di masa injury time, namun Dimas menggagalkan ambisi Brunei.

"Kami mencoba bermain baik, tim main baik, dan kerja keras. Mereka menangis karena mereka sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami gagal mengejar," tutur Heng Seng.

"Inilah yang terjadi. Pemain menangis untuk negara mereka, mereka menangis untuk masyarakat Brunei. Inilah perasaan mereka," kata pelatih asal Singapura itu melanjutkan. (sry/jal)




BACA JUGA