Menpora: Jangan Kaitkan e-Sports dengan Teroris

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 15:52 WIB
Menpora: Jangan Kaitkan e-Sports dengan Teroris Imam Nahrawi meminta untuk tidak mengubungkan e-Sports dengan teroris. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi meminta untuk tidak menghubungkan olahraga elektronik atau e-Sports dengan teroris.

Komentar Menpora RI mengacu kepada wacana Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membuat fatwa haram gim PlayerUnknown's BattleGrounds (PUBG). MUI beranggapan wacana fatwa haram dipicu teror penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang disebut terinspirasi gim baku tembak PUBG. Imam berpandangan e-Sports bagus bagi kaum milenial.

"Bahkan ini harus kami [Kemenpora] wadahi, fasilitasi, promosikan sebagai bagian dari olahraga. Karena ini faktanya nanti para juara harus masuk seleksi berikutnya menuju SEA Games dan Asian Games. E-Sports sudah dipertandingkan di sana," kata Imam kepada para awak media di Istora Senayan pada Sabtu (30/3).


"Karenanya harus kita lihat secara utuh, tidak boleh parsial bahwa ini cikal bakal dari teroris. Jangan kaitkan dengan itu. Itu sungguh naif sekali. Dan menurut saya e-Sports ya e-Sports, teroris ya teroris. Tidak ada kaitan sama sekali," sambung Imam.

MUI memiliki wacana untuk mengharamkan PUBG.MUI memiliki wacana untuk mengeluarkan fatwa haram PUBG. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Imam hadir dalam Grand Final Piala Presiden e-Sports di Istora Senayan. Ia mengapresiasi perkembangan olahraga tersebut yang semakin banyak peminatnya.

"Keren sekali ini partisipasinya luar biasa. Mulai dari penyisihan di beberapa kota sampai Grand Final hari ini, baik peserta maupun penonton ini sangat antusias luar biasa," ucap Imam.

Menpora: Jangan Kaitkan e-Sports dengan Teroris
Meski begitu e-Sports masih dipandang negatif oleh sebagian orang tua di Indonesia. Hal itu dikarenakan bermain gim dinilai bisa mempengaruhi sekolah atau membuat anak-anak menjadi kurang pergaulan. Menanggapi hal tersebut, Imam menyarankan agar para orang tua mengatur waktu bermain gim untuk anak-anak dengan baik.

"Asal tidak boleh tinggalkan salat, tetap ngaji, kerja. Kecuali e-Sports sudah jadi pekerjaan, ya fokus di pekerjaan itu," ucap Imam. (map/har)