Mantan Atlet Tuntut Kemajuan Olahraga di Tangan Jokowi-Ma'ruf

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 19:53 WIB
Mantan Atlet Tuntut Kemajuan Olahraga di Tangan Jokowi-Ma'ruf Mantan atlet nasional mendukung Jokowi-Ma'ruf untuk majukan olahraga Indonesia. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak sekadar mendukung, banyak harapan yang digantungkan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Termasuk harapan dari masyarakat olahraga Indonesia.

Richard Sam Bera, mantan atlet renang nasional yang pernah tampil di tiga gelaran Olimpiade, Seoul 1988, Atlanta 1996, dan Sydney 2000 angkat bicara. Ia berharap olahraga bisa mengambil peran penting dalam pembangunan nasional di tangan Jokowi.

Menurut Richard, lima tahun terakhir olahraga Indonesia penuh dengan pencapaian yang luar biasa. Mulai dari kembalinya tradisi medali emas Indonesia di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil oleh Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di nomor ganda campuran bulutangkis sampai sukses menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018.


"Bukan hanya itu saja, tapi juga di berbagai single event itu sendiri, bulutangkis lewat konsistensi Minions (Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo), panjat tebing (Aries Susanti) serta Jetski (Aero Aswar dan Aqsa Aswar). Itu kabar yang sangat menggembirakan dan momentum itu yang kita ingin teruskan dan kita tingkatkan," kata Richard kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/4).

Tak hanya itu, olahraga juga diharapkan bisa menempati prioritas dalam pembangunan bangsa. Sebab, olahraga bisa menjadi sarana untuk pembinaan karakter bangsa.

Komunitas Olahraga dukung Paslon 01 di Pilpres 2019Komunitas Olahraga dukung Paslon 01 di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Oleh sebab itu olahraga harus jadi bagian penting dari pembangunan nasional bangsa, bukan hanya jadi kegiatan sampingan semata.

"Salah satunya kita ingin olahraga jadi prioritas pembangunan. Itu komitmen dari Jokowi yang ingin kami minta. Kita lihat visi misi Jokowi yang mengatakan lima tahun terakhir infrastruktur, dan lima tahun ke depan pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) ini sangat terkoneksi dengan pembangunan karakter bangsa melalui olahraga," jelasnya.

Buat Senayan Tempo Dulu

Sementara itu, peraih empat medali emas di dua edisi Asian Games (1978 dan 1982) Yustedjo Tarik, berharap Indonesia bisa memiliki 'Senayan Tempo Dulu'. Sebuah kompleks olahraga yang memiliki fungsi sebagai pusat pelatihan atlet nasional dari seluruh cabang olahraga.

Mantan Atlet Tuntut Kemajuan Olahraga di Tangan Jokowi-Ma'ruf
Layaknya Senayan di tahun 1965 sampai 1970-an, Yustedjo mendambakan sebuah pusat olahraga nasional di mana di sisi luarnya tidak dikepung gedung bertingkat. Tidak ada kemacetan dan kebisingan kendaraan bermotor yang mengganggu konsentrasi atlet.

Menurut Yustedjo keinginan itu bisa terwujud jika Jokowi melanjutkan perjuangannya memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Joko Widodo dianggap mampu menampung aspirasi masyarakat olahraga.Joko Widodo dianggap mampu menampung aspirasi masyarakat olahraga. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
"Paling penting, kita harus punya Senayan tempo dulu. Kompleks olahraga yang benar-benar seperti di Hambalang dihidupkan lagi, jangan ada korupsi lagi. Kalau Jokowi masih berkuasa lima tahun ke depan, saya rasa itu masih memungkinkan kita punya Senayan model dulu," tutur Yustedjo.

Menyoal industri, majunya prestasi olahraga disebut Yustedjo bisa memberikan dampak yang sangat bagus dari sisi ekonomi. Prestasi yang dicetak atlet di level profesional bisa menarik investor untuk ikut masuk ke Indonesia.

Selain itu, melalui olahraga harga diri bangsa juga bisa ditingkatkan. Bangsa-bangsa lain bisa mengakui Indonesia lewat olahraga.

"Kita, Indonesia itu bisa dihargai melalui olahraga. Jadi kita butuh orang yang mau kerja keras dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga dalam kepemimpinannya," ujarnya. (TTF/jun)