Richard Sam Bera, mantan atlet renang nasional yang pernah tampil di tiga gelaran Olimpiade, Seoul 1988, Atlanta 1996, dan Sydney 2000 angkat bicara. Ia berharap olahraga bisa mengambil peran penting dalam pembangunan nasional di tangan Jokowi.
Lihat juga:Beda Sikap Ronaldo dan Neymar Soal Israel |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, olahraga juga diharapkan bisa menempati prioritas dalam pembangunan bangsa. Sebab, olahraga bisa menjadi sarana untuk pembinaan karakter bangsa.
Komunitas Olahraga dukung Paslon 01 di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"Salah satunya kita ingin olahraga jadi prioritas pembangunan. Itu komitmen dari Jokowi yang ingin kami minta. Kita lihat visi misi Jokowi yang mengatakan lima tahun terakhir infrastruktur, dan lima tahun ke depan pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) ini sangat terkoneksi dengan pembangunan karakter bangsa melalui olahraga," jelasnya.
Buat Senayan Tempo Dulu
Sementara itu, peraih empat medali emas di dua edisi Asian Games (1978 dan 1982) Yustedjo Tarik, berharap Indonesia bisa memiliki 'Senayan Tempo Dulu'. Sebuah kompleks olahraga yang memiliki fungsi sebagai pusat pelatihan atlet nasional dari seluruh cabang olahraga.
Menurut Yustedjo keinginan itu bisa terwujud jika Jokowi melanjutkan perjuangannya memimpin Indonesia lima tahun ke depan.
Joko Widodo dianggap mampu menampung aspirasi masyarakat olahraga. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Menyoal industri, majunya prestasi olahraga disebut Yustedjo bisa memberikan dampak yang sangat bagus dari sisi ekonomi. Prestasi yang dicetak atlet di level profesional bisa menarik investor untuk ikut masuk ke Indonesia.
"Kita, Indonesia itu bisa dihargai melalui olahraga. Jadi kita butuh orang yang mau kerja keras dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga dalam kepemimpinannya," ujarnya. (ttf/jun)
Komunitas Olahraga dukung Paslon 01 di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Joko Widodo dianggap mampu menampung aspirasi masyarakat olahraga. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)