ANALISIS

Messi Lagi, Messi Lagi

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 07:05 WIB
Messi Lagi, Messi Lagi Lionel Messi membuat lini pertahanan Manchester United hancur. (REUTERS/Sergio Perez)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Messi lagi, Messi lagi". Pernyataan itu cocok untuk menggambarkan penampilan luar biasa Lionel Messi saat Barcelona mengalahkan Manchester United pada leg kedua perempat final Liga Champions di Camp Nou, Rabu (17/4) dini hari WIB.

Semua sepertinya berjalan lancar untuk Man United di Camp Nou. Tertinggal satu gol dari leg pertama, Man United bermain terbuka di awal babak pertama. Peluang langsung didapat Marcus Rashford saat laga baru berjalan satu menit.

Menerima umpan Paul Pogba, Rashford langsung melepaskan tendangan yang sayangnya masih mengenai mistar gawang. Rashford kemudian kembali memiliki peluang, tapi tendangannya masih lemah dan mudah diantisipasi Marc Andre ter Stegen.


Permainan disiplin Man United hanya mampu bertahan 15 menit. Pasalnya, satu menit kemudian kesalahan yang dilakukan Ashley Young membuat Man United terhukum oleh Messi. Satu hal yang mungkin Man United lupa: Messi adalah salah satu pemain terbaik dunia dan hanya butuh satu peluang kecil untuk mencetak gol!

Lionel Messi mencetak dua gol saat Barcelona mengalahkan Manchester United 3-0.Lionel Messi mencetak dua gol saat Barcelona mengalahkan Manchester United 3-0. (REUTERS/Sergio Perez)
Hal itu yang terjadi pada menit ke-16. Setelah berhasil merebut bola dari kaki Young, Messi kemudian mengecoh Fred dan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti ke pojok kanan gawang yang membuat David de Gea bertekuk lutut.

Gol pertama yang sangat 'Messi banget'. La Pulga sudah mencetak gol seperti itu ratusan kali. Sebuah magis sekaligus trademark dari Messi. Menggiring bola ke sisi kiri, men-delay tendangan dengan mengecoh beberapa kali, dan melepaskan bola ke pojok gawang.

Messi Lagi, Messi Lagi
Empat menit dari gol pertama Messi kembali menghukum Man United. Kali ini sumber kesalahan datang dari De Gea, yang dianggap sebagai pemain The Red Devils paling konsisten dalam beberapa musim terakhir. De Gea gagal mengantisipasi tendangan kaki kanan lemah Messi dari luar kotak penalti.

Man United hanya bisa menyalahkan diri sendiri tertinggal 0-2 dari Barcelona di babak pertama. Bahkan tim tamu beruntung tidak kebobolan kali ketiga saat injury time babak pertama setelah De Gea memblok tendangan Sergi Roberto menggunakan wajahnya.

Terlambat Bangkit

Memasuki babak kedua semuanya sudah terlambat untuk Man United. Kepercayaan diri Barcelona sudah terbentuk. Tim asuhan Ernesto Valverde itu bermain sangat solid, menampilkan transisi luar biasa, percaya diri dari belakang hingga depan.

Philippe Coutinho mencetak gol ketiga Barcelona saat melawan Manchester United.Philippe Coutinho mencetak gol ketiga Barcelona saat melawan Manchester United. (REUTERS/Carl Recine)
Kepercayaan diri Barcelona kemudian berbuah gol ketiga yang dicetak Philippe Coutinho pada menit ke-61. Messi kembali memulai serangan yang membuat Man United kebobolan. Umpan lambung Messi kepada Jordi Alba kemudian diteruskan ke Coutinho. Winger asal Brasil itu kemudian melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti ke pojok kiri atas gawang De Gea yang seperti biasa dilakukannya.

Tidak ada jalan untuk kembali bagi Man United setelah tertinggal 0-3, karena mereka harus mencetak lima gol untuk bisa lolos ke semifinal. Man United semakin frustrasi setelah usaha mereka untuk mencetak gol hiburan digagalkan Ter Stegen. Kiper asal Jerman itu secara luar biasa memblok sundulan Alexis Sanchez di pengujung babak kedua.

Secara keseluruhan Barcelona pantas menang. Blaugrana unggul segalanya atas Man United, mulai dari penguasaan bola (63 persen), peluang (enam shot on target), hingga akurasi penyelesaian umpan (92 persen).

Man United gagal membendung strategi permainan Barcelona. Secara sederhana, Barcelona hanya mengandalkan permainan sayap, meminimalisir penguasaan bola Man United, dan membiarkan Messi melakukan magisnya.

Lionel Messi membobol gawang David de Gea dua kali.Lionel Messi membobol gawang David de Gea dua kali. (REUTERS/Susana Vera)
Keputusan Ole Gunnar Solskjaer untuk menurunkan Victor Lindelof sebagai bek kanan juga merupakan kesalahan. Bek asal Swedia itu tidak mampu mengimbangi kecepatan Jordi Alba yang merupakan pemain terbaik Barcelona setelah Messi dini hari tadi.

Lini pertahanan Man United sebenarnya bermain cukup disiplin meski terlihat rapuh menghadapi aksi individu Messi. Tapi, Barcelona bermain cerdik. Mereka tidak harus masuk ke kotak penalti Man United untuk mencetak gol. Terbukti tiga gol yang bersarang di gawang De Gea semuanya tercipta melalui tendangan dari luar kotak penalti.

Khusus untuk Messi, kapten Barcelona itu kembali berhasil membungkam kritikan setelah tampil tidak meyakinkan di leg pertama. Messi memberi Chris Smalling, bek yang membuatnya berdarah-darah di Old Trafford, pengalaman buruk yang tidak akan dilupakannya.

Messi memiliki statistik tiga tendangan on target, dua gol, dan 81 persen akurasi umpan. Jika melihat statistik tersebut ini bukanlah permainan terbaik La Pulga. Tapi, permainan itu cukup membuat Phil Jones dan Chris Smalling pontang-panting. Cukup membuat kita mengucapkan, "Messi lagi, Messi lagi." (nva)