Dovizioso: Saya Tak Akan Mampu Jadi Seperti Rossi

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 06:00 WIB
Dovizioso: Saya Tak Akan Mampu Jadi Seperti Rossi Andrea Dovizioso (kanan) menegaskan tak akan pernah bisa menjadi seperti Valentino Rossi. (AP Photo/Nicolas Aguilera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Andrea Dovizoso menegaskan tak akan mampu menjadi seperti Valentino Rossi yang masih membalap di MotoGP pada usia 40.

Terlebih, The Doctor masih bisa bersaing di posisi depan kendati usianya sudah kepala empat. Pencapaian Rossi itu yang dianggap Dovizioso tak akan bisa dilakukannya.

"Saya tidak melihat diri saya mampu. Saya punya prioritas lain. Saya angkat topi karena semangatnya yang bersaing dengan para pebalap muda."


"Baginya, bersaing [di MotoGP] merupakan segalanya. Tanpa MotoGP, ia merasa tidak baik. Seandainya saya sudah 40 tahun dan memenangkan sembilan kali juara dunia, mungkin saya sudah tidak ada di MotoGP," terang Dovizioso seperti dikutip dari Marca.

Andrea Dovizioso saat ini memimpin klasemen sementara MotoGP 2019. (Andrea Dovizioso saat ini memimpin klasemen sementara MotoGP 2019. (REUTERS/Rafael Marrodan/Photocall3000)
Di kelas MotoGP, Rossi sudah tujuh kali meraih juara dunia. Sementara Dovizioso belum satu pun mendapatkan juara dunia di kelas tersebut.

Dovizioso saat ini berada di posisi teratas klasemen sementara MotoGP 2019 dengan raihan 54 poin. Di posisi kedua ada The Doctor yang meraih 51 poin.

Pebalap Suzuki Alex Rins berada di peringkat ketiga dengan 49 poin, sedangkan Marc Marquez melorot ke peringkat keempat dengan hanya meraih 45 poin.

Dovizioso: Saya Tak Akan Mampu Jadi Seperti Rossi
Marquez gagal finis di MotoGP Amerika Serikat setelah terjatuh di Sirkuit The Americas Austin, 14 April. Dovizioso pun harus puas finis di urutan keempat di sirkuit tersebut.

Lebih lanjut, Dovizioso memuji kompatriotnya asal Italia tersebut sebagai salah satu legenda yang masih aktif di MotoGP.

"Valentino [Rossi] cerdas luar biasa. Dia telah mengubah pendekatan dalam membalap. Dia telah mengubah mentalitasnya."

"Jika dia melakukan balapan saat ini seperti di masa lalu, ia bisa menghancurkan dirinya sendiri. Namun, itu tak berarti dia tidak akan melakukan segalanya untuk meraih kemenangan," ujar Dovizioso. (bac/bac)