Kalahkan Liverpool 3-0, Barcelona Trauma Disingkirkan Roma

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 09:16 WIB
Kalahkan Liverpool 3-0, Barcelona Trauma Disingkirkan Roma Pemain-pemain Barcelona merayakan kemenangan atas Liverpool. (REUTERS/Sergio Perez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemenangan 3-0 Barcelona atas Liverpool pada babak semifinal tidak membuat Ernesto Valverde tenang karena pada Liga Champions musim lalu Blaugrana disingkirkan AS Roma kendati unggul tiga gol pada leg pertama.

Barcelona dan Liverpool menampilkan duel yang cukup sengit di Stadion Camp Nou. The Reds tak gentar tampil menekan sejak menit awal. Barca pun berupaya tampil efektif menghadapi lawan yang rajin menyulitkan game plan mereka.

Juara Liga Spanyol itu kemudian berhasil meraih kemenangan penting dalam upaya melaju ke final Liga Champions untuk kali pertama setelah tiga musim sebelumnya mentok di perempat final.


Menang dengan skor yang cukup telak justru mengingatkan Valverde kepada catatan buruk Barcelona pada musim lalu. Pada leg pertama perempat final Liga Champions 2018/2019, Barcelona menang 4-1 atas AS Roma di Camp Nou. Namun pada leg kedua di Stadion Olimpico, Lionel Messi dan kawan-kawan kalah 0-3 dari Roma dan gagal melangkah ke semifinal karena kalah agresivitas gol tandang.

Kalahkan Liverpool 3-0, Barcelona Trauma Disingkirkan RomaKalah 1-4 pada leg pertama, AS Roma membuat  Barcelona tersisih pada musim lalu. ( REUTERS/Alessandro Bianchi)
"Terkadang Anda bisa mendominasi ritme pertandingan dan terkadang mereka dapat mendominasi Anda. Dalam beberapa momen, Liverpool menampilkan gaya bermain yang mereka inginkan," ujar Valverde dikutip dari Marca.

"Ini adalah hasil yang hebat, tetapi tahun lalu kami juga memiliki keunggulan tiga gol dan sesuatu terjadi pada kami," lanjut mantan penyerang Barcelona itu.

Kalahkan Liverpool 3-0, Barcelona Trauma Disingkirkan Roma
Valverde menyanjung penampilan Messi pada kemenangan Barcelona atas Liverpool. Tidak sekadar dua gol yang dilesakkan ke gawang Alisson Becker, Valverde menilai sang kapten memiliki kemampuan dalam mengangkat performa tim.

"Kita semua tahu Leo [Messi], dan dai tidak akan berhenti memberi kejutan. Leo adalah kapten, pemain yang mengatur permainan dan ritme pertandingan," kata Valverde.

"Dia kembali menjadi penentu dan mengantar kami meraih kemenangan tetapi seperti yang saya katakan masih ada pertandingan lagi untuk dilalui," sambungnya. (nva/bac)