ANALISIS

Menang atau Merana, Liverpool

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 08:30 WIB
Menang atau Merana, Liverpool Liverpool harus bisa bangkit dari kekecewaan usai tumbang di markas Barcelona. (REUTERS/Andrew Yates)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pekan lalu Liverpool ada di atas angin dan dalam kepercayaan diri tinggi. Namun kemudian terempas dan terkapar dengan kondisi hati yang hancur berkeping-keping usai dikalahkan Barcelona. Situasi itu yang dihadapi Liverpool jelang lawan Newcastle United di Liga Inggris.

Sebelum laga lawan Barcelona, Liverpool baru saja mengantongi 10 kemenangan beruntun. Fase krisis sulit menang dan lebih sering imbang tanpa gol di akhir Februari sudah dilewati.

Namun kepercayaan diri Liverpool kini tengah hancur, dirusak Barcelona dan kejeniusan Lionel Messi. Dalam suasana sedih dan penuh tekanan, Liverpool terus dibenturkan dengan keharusan untuk menang.


Jika sebelumnya atmosfer keyakinan Liverpool bisa meraih dua gelar, Liga Champions dan Liga Inggris, maka kini The Reds justru diterpa kekhawatiran besar kembali mengakhiri musim tanpa gelar.

Harapan melihat Manchester City tergelincir tak kunjung datang. Tottenham Hotspur dan Manchester United yang diharapkan bisa menjegal Manchester City justru tak bisa diharapkan.

Liverpool menghadapi situasi sulit usai kekalahan telak di markas Barcelona.Liverpool menghadapi situasi sulit usai kekalahan telak di markas Barcelona. (REUTERS/Albert Gea)
Kini tinggal dua laga tersisa. Liverpool menghadapi Newcastle United dan Wolverhampton Wanderers, sedangkan Manchester City berhadapan dengan Leicester City dan Brighton & Hove Albion.

Liverpool bermain dua hari lebih dulu dibandingkan dengan Manchester City. Itu berarti The Reds bisa kembali memberikan tekanan kuat pada Manchester City.

Namun untuk bisa menghadirkan hal tersebut, Liverpool juga harus bisa meraih poin penuh di markas Newcastle. Sebagai catatan, Liverpool masih harus memikirkan laga leg kedua melawan Barcelona di Anfield, Selasa mendatang.

Juergen Klopp tentunya ada di persimpangan. Ia disibukkan untuk membuat pilihan dan membangkitkan semangat di saat bersamaan.

Melepas laga lawan Newcastle dengan menurunkan pemain-pemain lapis kedua jelas merupakan sebuah hal yang mustahil lantaran itu berarti mereka membuang kerja keras yang sudah mereka lakukan sepanjang musim ini.

Menata Mental

Memilih pemain yang selama ini menjadi starting eleven juga bukan berarti tanpa risiko. Selain faktor stamina yang terkuras, mental dan fokus Virgil van Dijk dan kawan-kawan tentu bakal terganggu kekalahan menyakitkan di Barcelona.

Dari segi permainan sejatinya tidak ada yang banyak dikhawatirkan oleh Klopp. The Reds tetap bisa menunjukkan permainan terbaik, bahkan di markas Barcelona. Permasalahan utama Liverpool tidak cukup efektif dalam pemanfaatan peluang di laga tersebut.

Sebuah keberuntungan bagi Liverpool, Newcastle tak lagi mengejar apapun di sisa musim. Mereka sudah selamat dari kejaran zona degradasi.

Namun yang harus diingat, St.James Park sedang tidak jadi tempat yang ramah untuk Liverpool. Sejak 2010/2011, Liverpool hanya satu kali menang di markas Newcastle. Enam laga lainnya berakhir dengan empat kekalahan dan dua hasil imbang.

Kepiawaian Klopp sebagai motivator tim diuji pada persiapan menuju laga ini. Klopp harus bisa membuat Liverpool percaya bahwa peluang untuk bisa kembali ke level terbaik tetap terbuka.

Liverpool Menata Hati yang Hancur Berkeping-kepingJuergen Klopp harus bisa membangkitkan kepercayaan diri dan mental pemain-pemain Liverpool. (Reuters/Jason Cairnduff)
Melihat pergerakan Liverpool di tiga laga terakhir, Klopp sudah sangat percaya dengan komposisi terbaik miliknya. Bila ada perubahan, maka mungkin hanya perubahan kecil yang melibatkan 1-2 pemain.

Menarik untuk melihat pilihan Klopp pada komposisi tim untuk menghadapi Newcastle. Memilih komposisi terbaik seperti biasa, akan berisiko membuat Liverpool tak bertenaga 100 persen ketika berjumpa Barcelona.

Tetapi bakal lebih konyol jika Liverpool menurunkan pemain pelapis dan mengistirahatkan banyak pemain kunci saat menghadapi Newcastle. Hal itu lantaran Liverpool sudah kalah 0-3 dalam agregat lawan Barcelona sehingga misi lolos ke final Liga Champions, sudah terlalu jauh dari jangkauan tangan.

Memainkan Daniel Sturridge

Klopp menurunkan Roberto Firmino di pengujung pertandingan melawan Barcelona dengan harapan bisa mencuri setidaknya satu gol tandang. Formasi Liverpool dengan dan tanpa Firmino sangat terasa.

Firmino meninggalkan lubang yang besar di lini depan. Liverpool jadi kesulitan melakukan umpan-umpan pendek seperti saat Firmino menemani Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Daniel Sturridge mungkin bakal dimainkan pada laga lawan Newcastle.Daniel Sturridge mungkin bakal dimainkan pada laga lawan Newcastle. (REUTERS/Andrew Yates)
Bila Klopp khawatir kebugaran Firmino yang dipersiapkan untuk lawan Barcelona, maka mungkin Daniel Sturridge yang bakal lebih dulu turun bermain di awal laga.

Dengan segala kesulitan yang ada, Liverpool harus menyelesaikan satu per satu misi yang ada. Menang lawan Newcastle adalah harga mati sebelum mereka bisa berpikir melawan Barcelona.

Kemenangan atas Newcastle juga bisa membangkitkan keyakinan untuk membuat keajaiban. Bila tidak begitu, maka bisa jadi Liverpool bakal kehilangan dua gelar dalam waktu berdekatan. (har)