Juara Selandia Baru Terbuka, Jonatan Incar Peringkat 8 Dunia

CNN Indonesia | Minggu, 05/05/2019 16:16 WIB
Juara Selandia Baru Terbuka, Jonatan Incar Peringkat 8 Dunia Jonatan Christie mengincar delapan besar peringkat dunia BWF untuk Olimpiade 2020. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sukses menjadi juara Selandia Baru Terbuka 2019, Jonatan Christie mengincar delapan besar peringkat BWF.

Jonatan saat ini berada di peringkat sembilan dunia BWF. Ia pernah menembus ke peringkat delapan sebagai peringkat terbaiknya pada 9 April 2019.

Sukses tunggal putra Indonesia itu meraih juara di Selandia Baru Terbuka 2019 cukup krusial bagi Jonatan. Pasalnya, turnamen itu jadi pembuka untuk mengumpulkan poin di Olimpiade 2020.


"Jelang Olimpiade, saya fokus ambil poin sebanyak mungkin di tiap turnamen yang saya ikuti, jangan sampai sia-siakan kesempatan yang sudah dikasih oleh PBSI."

"Kalau untuk ranking, saya maunya di top delapan biar jadi unggulan kalau nanti bisa lolos ke Olimpiade," ujar peraih medali emas Asian Games 2018 ini dikutip dari rilis PBSI.

Juara Selandia Baru Terbuka, Jonatan Incar Delapan BesarJonatan Christie mengalahkan Angus Ng Ka Long di final Selandia Baru Terbuka 2019. (Dok. PBSI)
Jonatan Christie mempersembahkan gelar juara Selandia Baru Terbuka 2019 usai mengalahkan Angus Ng Ka Long dengan skor 21-12 dan 21-13.

Hasil ini memperbaiki capaian yang diraih Jonatan pada tahun lalu di kejuaraan ini, ia menjadi runner-up setelah dikalahkan Lin Dan.

Gelar kedua disumbangkan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.  Jonatan Christie kemudian mengungkapkan sejumlah faktor kesuksesannya meraih juara di Auckland.

"Di turnamen ini, saya mencoba kembali ke penampilan saya di Malaysia dan Singapora Terbuka kemarin. Apalagi sekarang sudah mulai pengumpulan poin ke Olimpiade."

"Saya berusaha tampil enjoy, rileks, tidak memikirkan harus menang, harus dapat poin sekian, sekian. Saya fokus partai demi partai, tidak memikirkan babak nanti-nantinya," kata Jonatan.

Juara Selandia Baru Terbuka, Jonatan Incar Delapan Besar
Jonatan mengatakan, ia berhasil memanfaatkan kelemahan Ka Long sehingga bisa mengalahkannya di final.

"Saya melihat kondisi kaki lawan sepertinya tidak enak kalau dibuat lari. Jadi saya sengaja membuat dia lari ke sudut lapangan, mungkin ini yang bikin dia enggak enak mainnya. Saya juga tidak mau buru-buru menyerang, karena kalau [melakukan] smes terus, pertahanannya bagus. Makanya saya coba chop silang kiri-kanan, depan-belakang," tutur Jonatan.

"Di turnamen ini, saya mencoba kembali ke penampilan saya di Malaysia dan Singapura Terbuka kemarin. Apalagi sekarang sudah mulai pengumpulan poin ke Olimpiade," ucap Jonatan. (bac/har)