Sejak Edy Rahmayadi mundur dari Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum Joko Driyono otomatis menggantikannya. Namun, kasus hukum yang menimpa Joko Driyono membuat posisi nomor satu di federasi sepak bola Indonesia itu dijalankan Iwan Budianto sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum.
Menanggapi segala masalah yang terjadi di PSSI, Exco menggelar rapat, Kamis (2/5). Hasilnya, demi kelancaran sejumlah program PSSI, kongres untuk menggelar pemilihan ketua umum baru akan diselenggarakan pada awal tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umuh Muchtar tak setuju jika Kongres Pemilihan Ketua PSSI digelar pada 2020. (CNNIndonesia.com/Martinus Adinata) |
Semen Padang Minta Pemilihan Dipercepat
Sementara itu, Direktur Umum PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Rinold Thamrin mendukung percepatan kongres pemilihan ketua umum baru PSSI. Namun, ia juga tidak akan memaksakan hal itu untuk terjadi jika dilakukan tidak sesuai dengan regulasi.
"Kalau bisa dipercepat, kenapa tidak? Dipercepat pun tidak ada masalah karena di statuta disebut selambat-lambatnya [Kongres Pemilihan] digelar enam bulan setelah badan pemilihannya terbentuk. Kalau voters setuju, bisa," kata Rinold kepada CNNIndonesia.com.
"PSSI juga sudah sowan ke FIFA, artinya kita tidak bisa melangkah sendiri-sendiri. Voters punya kekuatan besar, tapi kan kami sudah memberikan mandat ke Exco. Dan bisa saja kami melakukan mosi tidak percaya atau penarikan dukungan, tapi apa itu bisa menyelesaikan masalah? Tidak juga," ungkap Rinold. (ttf/ptr/bac)
Umuh Muchtar tak setuju jika Kongres Pemilihan Ketua PSSI digelar pada 2020. (CNNIndonesia.com/Martinus Adinata)