Hasil Pemilu 2019: Persib Imbau Jangan Ada Perang Saudara

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 13:47 WIB
Hasil Pemilu 2019: Persib Imbau Jangan Ada Perang Saudara Persib berharap pihak-pihak yang berselisih karena Pemilu 2019 bisa bersatu. (CNN Indonesia/Huyogo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengimbau kepada seluruh pihak supaya bisa menerima dengan lapang dada keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil Pilpres 2019.

KPU menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019 usai memperoleh 55,41 persen suara sah. Sedangkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 44,59 persen.

Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Nasional Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (21/5) dini hari pukul 01.46 WIB. Rapat dipimpin Ketua KPU Arief Budiman.


Menanggapi hal itu, Umuh memohon kepada semua pihak untuk bisa menerima keputusan KPU. Semua pihak juga harus bisa menahan diri dan tidak terpancing serta terbawa arus negatif. Semua pihak juga diminta Umuh untuk menjaga keamanan negara.

"Saya ingin Indonesia aman, damai, tentram sejahtera. Tidak ada keributan, tidak ada kemarahan. Semua ada aturannya, jangan sampai saling sikut, jangan ada perang saudara. Semoga yang berpendapat jadi bersatu lagi," kata Umum kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/5).

Umuh Muchtar berharap sepak bola Indonesia dalam lima tahun ke depan makin baik.(CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Umuh Muchtar berharap sepak bola Indonesia dalam lima tahun ke depan makin baik.
Di sisi lain, selama lima tahun di bawah kepemimpinan Joko Widodo sebagai Presiden, sepak bola Indonesia disebut Umuh berjalan dengan baik. Meski begitu, lima tahun ke depan ia berharap prestasi sepak bola Indonesia bisa lebih maju lagi.

Hasil Pemilu 2019: Persib Imbau Jangan Ada Perang Saudara
Umuh bercita-cita Timnas Indonesia bisa kembali menjadi Macan Asia di sepak bola. Terlebih, Indonesia disebut memiliki bibit pemain unggul di sepak bola.

"Lima tahun ke depan harus ada pembinaan yang lebih baik. Timnas Indonesia harus bisa masuk di posisi empat sampai lima Asia, itu saja sudah hebat. Biar bisa jadi macan Asia. Potensi pemain kita banyak, dan banyak peluang asal dibina dengan benar. Apalagi ada tambahan naturalisasi, itu bisa membantu," jelasnya. (TTF/bac)