Lolos Semifinal Piala Sudirman, Ganda Indonesia Dipuji

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 16:21 WIB
Lolos Semifinal Piala Sudirman, Ganda Indonesia Dipuji Ganda Indonesia memastikan langkah Merah Putih di semifinal Piala Sudirman 2019. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti memberikan pujian pada para pemain nomor ganda Indonesia yang berhasil memberikan sumbangan poin dan membawa lolos ke semifinal Piala Sudirman 2019.

Indonesia harus bekerja keras ketika menghadapi Taiwan dalam laga perempat final di Stadion Guangxi Sports Center, Jumat (24/5). Indonesia menang tipis 3-2 lewat sumbangan poin yang diberikan tiga ganda Indonesia.

Tiga ganda yang memberikan poin kemenangan untuk Indonesia adalah ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Sementara tunggal putri Gregoria Mariska dan tunggal putra Jonatan Christie kalah.


Penampilan ganda Indonesia ada di level terbaik pada babak perempat final. Greysia/Apriyani dan Praveen/Melati bahkan bermain di bawah tekanan setelah Indonesia sempat tertinggal 1-2 terlebih dulu. Usai memastikan tiket ke semifinal, Susy mengakui pemain-pemain ganda punya peran besar di balik sukses tersebut.

Praveen/Melati memastikan langkah Indonesia ke semifinal Piala Sudirman 2019.Praveen/Melati memastikan langkah Indonesia ke semifinal Piala Sudirman 2019. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
"Seperti yang dibicarakan sebelumnya, kesempatan terbesar kami memang ada di nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Selain itu, kami juga berusaha mencuri di nomor tunggal putra," ujar Susy Susanti usai pertandingan.

"Secara keseluruhan atlet memang sudah berusaha. Untuk pemain ganda, mereka tampil luar biasa. Mereka tahu mereka adalah pagar kita, andalan kita. Mereka menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya," sambung Susy.

Soroti Nomor Tunggal

Sementara itu untuk nomor tunggal, Susy menyebut Gregoria sejatinya punya peluang untuk lebih memberikan perlawanan kepada Tai Tzu Ying. Dalam laga Gregoria lawan Tai Tzu Ying, Gregoria kerap membuat pemain nomor satu dunia itu kesulitan di awal laga pada dua gim yang dilalui sebelum kalah 16-21 dan 14-21.

Lolos Semifinal Piala Sudirman, Ganda Indonesia Dipuji
"Gregoria harus lebih apik mainnya. Bola dari Gregoria sering menyulitkan lawan, namun dia harus bisa lebih tahan [dalam reli] dan lebih berani. Ada beberapa momen saat bola enak, dia mati, out. Servis tidak siap, hal ini harus dikurangi," ucap Susy

"Secara kelas memang Gregoria kalah, namun paling tidak harus bisa lebih baik. Secara permainan tidak kalah, namun masih banyak yang harus diperbaiki," ujar Susy.

Sementara itu untuk penampilan Jonatan Christie, Susy mengakui Jonatan tidak bisa menemukan level permainan terbaik hari ini. "Dia belum tampil maksimal. Kami juga tidak menyangka mainnya sampai seperti itu," tutur Susy. (har/jal)