Ali lahir di Louisville, Kentucky, 17 Januari 1942, dengan nama asli Cassius Marcellus Clay Jr, bukan Muhammad Ali. Di sepanjang hidupnya, Ali merupakan petinju profesional dan juga aktivis sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak itu, ia memasuki karier profesional di atas ring, di bawah Louisville Sponsoring Group. Sosok Ali lebih dikenal karena pesona dan kepribadiannya daripada keterampilannya dalam bertinju.
Muhammad Ali merupakan inspirasi banyak petinju dunia. (Teddy Blackburn) |
Garis hidup Ali di dunia tinju kian apik. Tiga tahun usai memeluk Islam, Ali mendominasi tinju. Ia melakoni pertarungan ulang dengan Liston pada Mei 1965 dan kembali memenanginya dengan KO di ronde pertama.
Selanjutnya, giliran nama-nama seperti Floyd Patterson, George Chuvalo, Henry Cooper, Brian London, dan Karl Mildenberger dibuat bertekuk lutut. Ali melawan Cleveland Williams pada November 1966, dan ia sukses mendaratkan lebih 100 pukulan dalam tiga ronde, empat kali menjatuhkan lawan dan hanya dipukul tiga kali.
Banyak warga AS yang mengutuk keputusan Ali, karena pada saat itu sebagian besar warga AS mendukung perang di Asia Tenggara. Akibat pendiriannya itu, komisi atletik di negara bagian AS mencopot sabuk juara Ali. Ia juga dilarang naik ring selama tiga setengah tahun.
Hukuman itu tidak saja berlaku di dunia tinju. Penolakan Ali membuatnya didakwa secara pidana dan dijatuhi hukuman penjara lima tahun. Namun, baru satu tahun dihukum, Mahkamah Agung AS membebaskan Ali secara bersyarat.
Muhammad Ali meninggal di rumah sakit di Arizona. (REUTERS/Adrees Latif) |
Tetapi, performa Ali tidak lagi seperti sebelumnya. Gerakannya tak lagi lincah. Meski refleksnya masih luar biasa tapi tak lagi secepat tahun-tahun sebelumnya.
Setelah menang melawan Jerry Quarry dan Oscar Bonavena, Ali menantang Joe Frazier yang menjadi juara kelas berat selama dirinya dihukum. Pertarungan pada 8 Maret 1971 itu jadi paling bersejarah dan disebut sebagai "Pertarungan Abad Itu". Frazier pun menang angka usai laga 15 ronde.
Ali sempat mengalami patah rahang usai 'dihajar' Ken Norton di ronde, Maret 1973. Kemudian duel Ali vs Frazier jilid kedua kembali terwujud. Untuk kali kedua Ali kalah, tetapi banyak pihak memuji laga itu sebagai penampilan terbaik Ali.
Dalam kariernya, Ali mengoleksi 56 kemenangan, 37 di antaranya menang KO, dan menelan 5 kekalahan. Kualitas lawan cara Ali meraih kejayaan menempatkan namanya sebagai salah satu petinju terbaik yang pernah ada.
Ali pensiun dari tinju pada 1981. Tiga tahun kemudian menderita parkinson dan kondisinya makin menurun pada 2014. Di tahun tersebut ia masuk rumah sakit karena penyakit pneumonia. Ketika itu Ali dibawa ke rumah sakit setelah sulit dibangunkan dari tidur.
Petinju yang memiliki julukan 'The Greatest' itu juga termasuk orang yang takut dengan penerbangan. Ketakutan Ali itu berasal dari pesawat yang mengantarnya dari Louisville ke Chicago mengalami turbulensi. (sry/jun)
Muhammad Ali merupakan inspirasi banyak petinju dunia. (Teddy Blackburn)
Muhammad Ali meninggal di rumah sakit di Arizona. (REUTERS/Adrees Latif)