Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menilai keberhasilan mewujudkan laga final sesama wakil Indonesia di Australia Terbuka 2019 sebagai sinyal positif.
Lihat juga:Mike Tyson Bakal Dirikan Universitas Ganja |
"Kami pun menganggap ini bukan sesuatu yang wah banget kok, kami berharap mereka bisa lebih stabil di tingkat yang lebih tinggi. Kami berharap peak-nya mereka di Olimpiade. Proses kan akan berjalan, jam terbang, kematangan, keyakinan, memang ini yang harus dipoles terus, bagaimana mereka terus konsisten," ucap Susy seperti dikutip situs PBSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anthony Sinisuka Ginting kalah dari Jonatan Christie di final Australia Terbuka 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Peraih emas Olimpiade 1992 itu menganggapJonatan dan Anthony sudah berada di persaingan level atas, namun belum mampu tampil konsisten. Susy berharapJonatan dan Anthony terus stabil seperti yang ditunjukkan KevinSanjayaSukamuljo/MarcusFernaldi Gideon di sektor ganda putra."Menurut saya, sekarang pemain yang paling stabil dapat gelar ya [Kento] Momota, dari berapa pemain yang benar-benar bisa konsisten ya dia. Kalau maunya menang-menang terus, mungkin seperti Lin Dan dan Lee Chong Wei, seperti itulah juara sejati, bagaimana bisa konsisten mempertahankan posisi di puncak."
"Kevin/Marcus juga bisa konsisten, dan sekarang saat persaingan semakin ketat begini, bisa saja kalah dan menurun. Itulah, untuk bisa ada di atas terus itu tidak gampang," jelas Susy.
"Dengan segala kritik yang ada, Jonatan dan Anthony bisa menjawab kritik dengan kerja keras dan pembuktian," kata Susy. (jal)
Anthony Sinisuka Ginting kalah dari Jonatan Christie di final Australia Terbuka 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)