PBSI: Jonatan vs Anthony di Final Bukan Sesuatu yang Wah

nva, CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 19:28 WIB
PBSI: Jonatan vs Anthony di Final Bukan Sesuatu yang Wah Jonatan Christie berhadapan dengan Anthony Ginting dalam dua laga final. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berharap laga final Australia Terbuka 2019 antara Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting merupakan awal dari proses peningkatan kualitas sebelum Olimpiade 2020.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menilai keberhasilan mewujudkan laga final sesama wakil Indonesia di Australia Terbuka 2019 sebagai sinyal positif.
Lebih lanjut, Susy berharap Jonatan dan Anthony dapat tampil konsisten tampil di berbagai kejuaraan dengan level yang berbeda sekaligus kian mematangkan strategi.

"Kami pun menganggap ini bukan sesuatu yang wah banget kok, kami berharap mereka bisa lebih stabil di tingkat yang lebih tinggi. Kami berharap peak-nya mereka di Olimpiade. Proses kan akan berjalan, jam terbang, kematangan, keyakinan, memang ini yang harus dipoles terus, bagaimana mereka terus konsisten," ucap Susy seperti dikutip situs PBSI.


PBSI: Jonatan vs Anthony di Final Bukan Sesuatu yang WahAnthony Sinisuka Ginting kalah dari Jonatan Christie di final Australia Terbuka 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Peraih emas Olimpiade 1992 itu menganggapJonatan dan Anthony sudah berada di persaingan level atas, namun belum mampu tampil konsisten. Susy berharapJonatan dan Anthony terus stabil seperti yang ditunjukkan KevinSanjayaSukamuljo/MarcusFernaldi Gideon di sektor ganda putra.
PBSI: Jonatan vs Anthony di Final Bukan Sesuatu yang Wah
"Menurut saya, sekarang pemain yang paling stabil dapat gelar ya [Kento] Momota, dari berapa pemain yang benar-benar bisa konsisten ya dia. Kalau maunya menang-menang terus, mungkin seperti Lin Dan dan Lee Chong Wei, seperti itulah juara sejati, bagaimana bisa konsisten mempertahankan posisi di puncak."

"Kevin/Marcus juga bisa konsisten, dan sekarang saat persaingan semakin ketat begini, bisa saja kalah dan menurun. Itulah, untuk bisa ada di atas terus itu tidak gampang," jelas Susy.

Saat ini Jonatan tercatat sebagai pebulutangkis tunggal putra Indonesia dengan ranking tertinggi. Juara Asian Games 2018 itu menduduki peringkat ketujuh, sementara Anthony Sinisuka Ginting menempati peringkat kedelapan.

"Dengan segala kritik yang ada, Jonatan dan Anthony bisa menjawab kritik dengan kerja keras dan pembuktian," kata Susy. (jal)