Hal ini dikarenakan untuk bisa jadi IPO (Initial Public Offering) atau go public butuh rencana bisnis yang jelas. Beberapa persyaratan juga wajib harus dipenuhi mulai dari legalitas perusahaan, struktur manajemen yang rapih, dan rencana bisnis yang jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duet pengusaha, Pieter Tanuri dan Yabes Tanuri, mengambil alih Persisam Putra Samarinda dan mengganti nama klub jadi Persisam Bali United. Empat tahun berselang, tim berjuluk Serdadu Tridatu makin eksis di sepak bola nasional dan diminati banyak sponsor.
Bali United jadi klub pertama di ASEAN yang masuk di lantai bursa. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Lanjut Kusnaeni, klub-klub saat ini hanya memikirkan dana untuk kebutuhan tim selama semusim. Dengan kondisi demikian, banyak klub yang tidak memiliki rencana bisnis yang jelas untuk jangka menengah maupun jangka panjang.
Bali United menargetkan Rp350 miliar untuk memenuhi kebutuhan klub dalam 10 tahun ke depan melalui penjualan saham kepada publik. Pemasukan itu bakal diproyeksikan untuk rencana pembangunan stadion, program klub, pembangunan toko resmi klub maupun hal lain yang berkaitan dengan industri sepak bola.
Langkah go public juga disebut Kusnaeni bisa memangkas persoalan terkait domisili klub yang sering berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Dukungan publik melalui pembelian saham bisa memunculkan keterikatan antara klub dengan fan yang ikut memiliki klub melalui pembelian saham.
Bali United jadi klub pertama di ASEAN yang masuk di lantai bursa. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)