Timnas Futsal Indonesia Bidik 'Bonus' di Piala Asia U-20

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 11:54 WIB
Timnas Futsal Indonesia Bidik 'Bonus' di Piala Asia U-20 Timnas Futsal Indonesia menargetkan juara Piala Asia Futsal U-20 2019. (AFC)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Futsal Indonesia membidik 'bonus' Piala Asia Futsal U-20 2019 dengan jadi juara turnamen tersebut jelang melawan Afghanistan di babak semifinal di Shahid Poursharifi Arena, Kamis (20/6).

Tim Garuda Muda untuk kali pertama mencapai semifinal ajang ini setelah mengalahkan Vietnam 7-5 dalam pertarungan sengit di perempat final.

Di tahun 2017, Indonesia harus puas sampai perempat final setelah disingkirkan Thailand. Semifinal merupakan target awal Timnas Futsal Indonesia sebelum mengikuti Piala Asia Futsal U-20 2019.


Dikutip dari situs resmi AFC, Timnas Futsal Indonesia akan tampil tanpa beban melawan Afghanistan dan bertekad lolos ke final guna menjadi juara tahun ini.

"Kami memiliki waktu enam bulan untuk persiapan menuju turnamen ini, dan target awal kami menjadi salah satu dari empat tim teratas Asia," ujar Sayan Karmadi yang menjadi asisten pelatih Timnas Futsal Indonesia.

[Gambas:Instagram]
"Kini kami ingin mendapatkan 'bonus' menjadi nomor satu, meskipun peluang itu tipis. Tapi kami akan berusaha sekuat tenaga," Sayan menambahkan.

Di mata Sayan, Afghanistan bukan lawan mudah untuk Timnas Futsal Indonesia. Hal itu ditunjukkan Afghanistan saat mengalahkan Thailand 3-2 di semifinal.

"Saya tahu ada beberapa pemain Afghanistan dengan kemampuan individu yang bagus, seperti Ali Arab Zada dan Farzad Mahmoodi," ucap Sayan.

Timnas Futsal Indonesia Bidik 'Bonus' di Piala Asia U-20
Sementara itu, pelatih Afghanistan Abdul Razaq Momrak menilai Indonesia sebagai tim bagus. Momrak menganggap Timnas Futsal Indonesia mirip Thailand yang mengandalkan kecepatan.

"Indonesia memainkan tiga pertandingan yang hebat di sini. Kami tahu pertandingan nanti akan sulit, dan kami sudah melihat cuplikan pertandingan mereka," tutur Momrak.

Salah satu yang disorot Momrak dari Afghanistan adalah banyaknya pelanggaran yang dilakukan di setiap pertandingan.

"Ketika kami mulai pertandingan dengan tekanan tinggi, ada risiko melakukan lebih banyak pelanggaran. Tetapi para pemain cukup disiplin untuk mengontrol diri ketika kami mendapat empat atau lima pelanggaran. Kami akan bekerja untuk memperbaikinya," kata Momrak. (sry/nva)


BACA JUGA