Komang mendukung langkah Bali United melalui PT Bali Bintang Sejahtera masuk ke pasar modal yang terjadi pada Senin (17/6) lalu. Bali United jadi tim pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang membuat gebrakan tersebut.
"Menurut saya langkah Bali United [melantai di bursa] sangat bagus, mendukung persepakbolaan Bali itu sendiri," ujar Komang kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:3 Syarat Berat Barcelona untuk Neymar |
Bali United resmi melantai di bursa saham. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Semusim berselang, pemain asli Bali yang memperkuat tim bertambah jadi delapan orang. Salah satunya I Gede Sukadana yang sebelumnya memperkuat Arema FC.
Dari jumlah pemain tersebut, hanya satu sampai tiga pemain yang rutin tampil sebagai pemain inti. Di antara I Made Andhika Wijaya, Agus Nova Wiantara, serta I Gede Sukadana.
Saya juga berharap Bali United bersinergi dengan SSB [Sekolah Sepak Bola] di sini. Saya dengar Bali United kurang soal ini," tuturnya.
"Ya itu, jangan itu saja [memikirkan bisnis saja]. Harapannya setengah dari tim senior itu orang Bali," ia melanjutkan.
Dalam sesi wawancara dengan CNNIndonesia.com, CEO Bali United Yabes Tanuri memastikan pihaknya tidak akan menomorduakan talenta-talenta pesepakbola berbakat dari Pulau Dewata.
Lihat juga:Pemain Qatar Tak Akan Foto dengan Messi |
Para pemain tersebut ditempatkan di mes yang dilengkapi berbagai fasilitas. Selain itu, pemain yang berada di akademi juga tidak pernah absen sekolah yang jam masuknya pukul 09.00 atau setelah latihan pagi selesai.
Sedangkan untuk menjaring pemain di bawah usia U-16, Yabes mengungkapkan Bali United akan lebih dulu fokus untuk memperbanyak edukasi pelatih yaitu dengan membuka kesempatan pelatih SSB mengikuti kursus kepelatihan.
Dengan begitu, pelatih SSB punya lisensi yang memadai untuk mengajar talenta-talenta belia pesepakbola Bali. Peningkatan mutu pelatih akan berdampak pada kualitas pesepak bola muda yang dihasilkan untuk bisa masuk ke akademi Bali United.
"Agar kami bisa mengembangkan lebih banyak lagi [pemain lokal] tidak bisa terus blusukan. Kami maunya mendidik banyak coach, sehingga semua SSB punya pendidikan dasar setidaknya Lisensi C untuk mengajar," ucap Yabes. (jal/bac)
Bali United resmi melantai di bursa saham. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)