Bali United Diminta Maksimalkan Potensi Putra Daerah

CNN Indonesia | Minggu, 23/06/2019 15:08 WIB
Bali United Diminta Maksimalkan Potensi Putra Daerah Bali United diminta terus mengembangkan potensi pesepakbola putra daerah.( ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pesepakbola asal Bali, Komang Mariawan, mengaku berharap Bali United semakin perhatian dengan talenta lokal Pulau Dewata setelah resmi melantai di bursa saham.

Komang mendukung langkah Bali United melalui PT Bali Bintang Sejahtera masuk ke pasar modal yang terjadi pada Senin (17/6) lalu. Bali United jadi tim pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang membuat gebrakan tersebut.

"Menurut saya langkah Bali United [melantai di bursa] sangat bagus, mendukung persepakbolaan Bali itu sendiri," ujar Komang kepada CNNIndonesia.com.


"Saya harapkan juga ke depan [Bali United] bisa memaksimalkan putra daerah. Karena namanya Bali United, putra daerah dong yang diutamakan, termasuk pelatihnya."

Dari pengamatan Komang, pemain asal Bali yang memperkuat Serdadu Tridatu di level senior jumlahnya masih sedikit. Oleh karena itu, mantan pemain Perseden Denpasar, Persikota Tangerang, dan PKT Bontang ini ingin potensi pesepakbola putra daerah dimaksimalkan.

Bali United Diminta Maksimalkan Potensi Putra DaerahBali United resmi melantai di bursa saham. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Saat pertama kali pindah ke Bali usai mengakuisisi Putra Samarinda tahun 2015, ada tiga putra daerah yaitu I Nengah Sulendra, I Nyoman Sukarja, dan I Komang Adi Parwa.

Semusim berselang, pemain asli Bali yang memperkuat tim bertambah jadi delapan orang. Salah satunya I Gede Sukadana yang sebelumnya memperkuat Arema FC.

Pada musim 2017, putra daerah yang masuk tim senior berkurang jadi tujuh orang. Tahun berikutnya saat hanya finis ke-11 di klasemen akhir, tim Serdadu Tridatu diperkuat tujuh pemain.

Dari jumlah pemain tersebut, hanya satu sampai tiga pemain yang rutin tampil sebagai pemain inti. Di antara I Made Andhika Wijaya, Agus Nova Wiantara, serta I Gede Sukadana.

Saya juga berharap Bali United bersinergi dengan SSB [Sekolah Sepak Bola] di sini. Saya dengar Bali United kurang soal ini," tuturnya.

"Ya itu, jangan itu saja [memikirkan bisnis saja]. Harapannya setengah dari tim senior itu orang Bali," ia melanjutkan.

Dalam sesi wawancara dengan CNNIndonesia.com, CEO Bali United Yabes Tanuri memastikan pihaknya tidak akan menomorduakan talenta-talenta pesepakbola berbakat dari Pulau Dewata.

Yabes menyatakan jalan menuju ke sana sudah dimulai dengan pembentukan tim akademi mulai dari U-16. Ia memastikan anak-anak yang masuk akademi tidak hanya mendapatkan bekal sepak bola yang baik, tetapi juga pendidikan yang baik.

Para pemain tersebut ditempatkan di mes yang dilengkapi berbagai fasilitas. Selain itu, pemain yang berada di akademi juga tidak pernah absen sekolah yang jam masuknya pukul 09.00 atau setelah latihan pagi selesai.
Bali United Diminta Maksimalkan Potensi Putra Daerah
"Kami berikan beasiswa penuh, tapi kami utamakan mayoritas dari Bali dulu, membangun orang lokal. Semoga setahun bisa dapat tiga pemain," kata Yabes.

Sedangkan untuk menjaring pemain di bawah usia U-16, Yabes mengungkapkan Bali United akan lebih dulu fokus untuk memperbanyak edukasi pelatih yaitu dengan membuka kesempatan pelatih SSB mengikuti kursus kepelatihan.

Dengan begitu, pelatih SSB punya lisensi yang memadai untuk mengajar talenta-talenta belia pesepakbola Bali. Peningkatan mutu pelatih akan berdampak pada kualitas pesepak bola muda yang dihasilkan untuk bisa masuk ke akademi Bali United.

"Agar kami bisa mengembangkan lebih banyak lagi [pemain lokal] tidak bisa terus blusukan. Kami maunya mendidik banyak coach, sehingga semua SSB punya pendidikan dasar setidaknya Lisensi C untuk mengajar," ucap Yabes. (jal/bac)