5 Momen Penting di Paruh Musim MotoGP 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 13:20 WIB
5 Momen Penting di Paruh Musim MotoGP 2019 Marc Marquez saat ini memimpin klasemen MotoGP 2019. (REUTERS/Annegret Hilse)
Jakarta, CNN Indonesia -- MotoGP 2019 telah menyelesaikan paruh pertama musim. Berikut sejumlah momen menarik di sembilan seri awal MotoGP 2019.

Marc Marquez untuk sementara memimpin balapan dengan selisih 58 poin atas Andrea Dovizioso di tempat kedua. Sementara itu duo Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, mengalami performa aneh. Rossi tampil bagus di awal seri dan kemudian melempem, sementara Vinales justru berhasil bangkit dalam beberapa seri terakhir mendekati paruh musim.

Berikut lima momen penting di paruh pertama MotoGP 2019:


1. Rossi Tiga Kali Gagal Finis

Rossi menorehkan sejarah memalukan dalam kariernya di paruh awal MotoGP 2019. Rossi gagal finis di MotoGP Italia, MotoGP Catalunya, dan MotoGP Belanda.

Rossi yang tidak bisa tampil kompetitif di MotoGP Italia mengakhiri balapan dengan pahit lantaran mengalami kecelakaan. Rossi yang harus start dari posisi ke-18 mencoba tampil agresif untuk menyusul pebalap-pebalap di depannya. Rossi kemudian kecelakaan dengan menabrak Joan Mir saat baru melahap tujuh putaran.

Valentino Rossi menuai hasil buruk dengan tiga kali gagal finis secara beruntun.Valentino Rossi menuai hasil buruk dengan tiga kali gagal finis secara beruntun. (REUTERS/Piroschka Van De Wouw)
Saat balapan pindah ke MotoGP Catalunya, Rossi menyatakan motor Yamaha YZR-M1 miliknya bisa kompetitif. Salah satu indikasi yang ada adalah Rossi bisa start dari posisi keempat pada awal balapan.

Ketika balapan berlangsung Rossi ada di rombongan depan, namun malah terlibat dalam kecelakaan yang diawali oleh Jorge Lorenzo.

Rossi kembali tidak kompetitif di MotoGP Belanda. Ia hanya bisa start dari posisi ke-14 sedangkan Maverick Vinales start dari posisi kedua. Rossi kembali mencoba agresif namun berujung pada kecelakaan yang melibatkan Takaaki Nakagami. The Doctor mengaku kesulitan mengontrol motor dan harus menelan kecewa lantaran tiga kali gagal finis.

2. Fabio Quartararo Fenomenal

Nama Quartararo sempat menghadirkan tanda tanya ketika ia memutuskan hijrah ke MotoGP dan bergabung dengan Yamaha Petronas. Pasalnya, Quartararo tidak berprestasi di kelas Moto2 dan Moto3 sebelumnya.

Namun Quartararo membuktikan ia masih layak disebut calon bintang besar, julukan yang mulai disematkan saat ia menjadi juara Moto3 Spanyol pada 2013 dan 2014.

Fabio Quartararo jadi sorotan karena tiga kali meraih pole position.Fabio Quartararo jadi sorotan karena tiga kali meraih pole position. (REUTERS/Annegret Hilse)
Quartararo berhasil tiga kali merebut pole position, mengungguli dua pebalap pabrikan Yamaha, Vinales dan Rossi. Quartararo juga sudah dua kali naik podium.

Marquez bahkan sudah mengakui Quartararo adalah calon pebalap hebat dan menilai penampilan di Moto2 dan Moto3 tidak bisa dijadikan ukuran, karena saat itu Quartararo tidak didukung motor yang kompetitif.

3. Marquez Kecelakaan di Amerika Serikat

Marquez menunjukkan penampilan fenomenal dengan selalu finis di posisi dua besar pada delapan seri di paruh awal MotoGP 2019. Selain hal-hal positif, Marquez juga sempat menorehkan catatan negatif saat ia jatuh di MotoGP Amerika Serikat.

MotoGP AS adalah salah satu seri favorit Marquez, di samping MotoGP Jerman. Ia adalah penguasa MotoGP AS sejak naik kelas ke MotoGP pada 2013.

Marc Marquez seharusnya sudah unggul lebih jauh bila tak melakukan kesalahan fatal di MotoGP Amerika Serikat.Marc Marquez seharusnya sudah unggul lebih jauh bila tak melakukan kesalahan fatal di MotoGP Amerika Serikat. (REUTERS/Albert Gea)
Marquez juga dominan dan dan sempat memimpin balapan di MotoGP AS 2019. Namun ia mengalami kecelakaan tunggal saat balapan berjalan delapan lap.

Marquez terjatuh dan akhirnya kehilangan kesempatan untuk meraih 25 poin. Namun berkaca dari kecelakaan tersebut, Marquez kini lebih waspada tiap kali unggul dengan selisih waktu yang signifikan dan tak akan memaksakan diri untuk memacu motor lebih kencang.

4. Kecelakaan Lorenzo

Jorge Lorenzo jadi pembicaraan utama di MotoGP Catalunya meski dia bukanlah pemenang balapan tersebut.

Sebelum balapan dimulai, Lorenzo sempat bersitegang dengan rekan setimnya, Marquez. Saat balapan Lorenzo justru 'membantu' Marquez menyingkirkan pesaing-pesaingnya, yaitu Dovizioso, Vinales, dan Rossi dalam sebuah kecelakaan.

Lorenzo yang coba agresif menyalip Vinales kehilangan kendali. Motor Lorenzo menabrak motor Dovizioso yang ada di posisi kedua dan tengah berusaha mengejar Marquez. Dovizioso terjatuh dan kemudian motor Lorenzo membuat Vinales terjungkal.

Rossi yang ada di belakang mereka tak bisa menghindari kecelakaan dan ikut terjatuh. Setelah balapan, Lorenzo langsung meminta maaf dan mengaku bersalah dalam insiden tersebut. Insiden itu jadi salah satu penentu melejitnya selisih poin Marquez dengan rival-rivalnya.

Jorge Lorenzo mengaku bersalah dalam insiden di MotoGP Catalunya.Jorge Lorenzo mengaku bersalah dalam insiden di MotoGP Catalunya. (GIUSEPPE CACACE / AFP)

5. Duel Marquez vs Dovizioso di Qatar

Marquez dan Dovizioso mengawali MotoGP 2019 dengan duel sengit di MotoGP Qatar. Keduanya bersaing ketat hingga tikungan terakhir.

Dovizioso dan Marquez bergantian ada di posisi depan serta terus mencoba mencari celah sang rival. Dovizioso kembali mengambil alih posisi terdepan jelang lap terakhir dan kemudian dibalas oleh Marquez.

Memasuki tikungan terakhir Dovizioso kembali mengambil sisi dalam lintasan dan kemudian berhasil lebih dulu mencapai finis. Dovizioso hanya unggul 0,023 detik dari Marquez. Itu adalah selisih terpendek dalam finis hingga paruh musim MotoGP 2019.

Sayangnya, duel sengit di MotoGP Qatar itu belum terulang lagi di seri-seri selanjutnya. Marquez dominan, sedangkan Dovizioso justru kesulitan mendapatkan level terbaik. (ptr/har)