Jesus: Copa America Membuat Saya Berkembang
CNN Indonesia
Jumat, 12 Jul 2019 22:13 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Striker Brasil dan Manchester City, Gabriel Jesus merasa mengalami perkembangan setelah menjadi juara di Copa America 2019 bersama skuat Selecao.
Dalam pertandingan final antara Brasil dengan Peru, Jesus menyumbang gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-0 pada pengujung babak pertama.
Namun Jesus harus meninggalkan lapangan lebih dulu karena mendapat dua kartu kuning. Setelah mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-30, Jesus mendapatkan yang kedua pada menit ke-70 setelah dianggap wasit Roberto Tobar melanggar Carlos Zambrano.
Usai diusir wasit, Jesus protes dan mengamuk di sisi lapangan. Setelah keluar lapangan, ia tertangkap kamera sedang menangis sambil mengucapkan sumpah serapah di tangga menuju ruang ganti Stadion Maracana.
"Jika saya dikritik atau dipuji, jika mereka menginginkan saya berkembang, saya akan melakukannya. [Kritik] itu bisa terjadi pada siapa saja dan sayangnya, itu terjadi pada saya. Tetapi saya tetap tenang dan berkembang. Saya selalu ingin berkembang sebagai pemain dan sebagai pribadi, dan itulah yang terjadi." kata Jesus tentang kritiknya dalam wawancara eksklusif dengan ESPN.
"Sayangnya, saya tidak mencetak gol di Piala Dunia [pada 2018] dan di tengah-tengah Copa America orang-orang mengkritik. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kritik kadang-kadang tidak objektif sama sekali. Saya mencoba berkembang dari kritik yang datang. Akan selalu ada hal-hal semacam ini, sama seperti pujian." lanjut Jesus.
Setelah meraih gelar bersama Brasil di Copa America, pemain 22 tahun tersebut berharap dapat bersinar dan meraih kesuksesan di level klub bersama Man City.
Sejak bergabung dengan Man City pada 2017, Jesus merasa belum mendapat jatah bermain yang banyak dan masih berada di bawah bayang-bayang striker Argentina, Sergio Aguero.
"Musim lalu saya tidak banyak bermain, tetapi saya berharap dan ingin bermain sedikit lagi, bukan untuk memberi tekanan [pada Pep Guardiola], tetapi pada diri saya sendiri," kata Jesus.
"Saya harus kuat dan bekerja keras. Jika saya mendapat kesempatan, jangan biarkan kesempatan itu pergi sia-sia," pungkasnya. (mcf/jun)
Dalam pertandingan final antara Brasil dengan Peru, Jesus menyumbang gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-0 pada pengujung babak pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gabriel Jesus melampiaskan kekesalan setelah dikeluarkan wasit di final Copa America 2019. (REUTERS/Sergio Moraes) |
Sejak bergabung dengan Man City pada 2017, Jesus merasa belum mendapat jatah bermain yang banyak dan masih berada di bawah bayang-bayang striker Argentina, Sergio Aguero.
"Saya harus kuat dan bekerja keras. Jika saya mendapat kesempatan, jangan biarkan kesempatan itu pergi sia-sia," pungkasnya. (mcf/jun)
Gabriel Jesus melampiaskan kekesalan setelah dikeluarkan wasit di final Copa America 2019. (REUTERS/Sergio Moraes)