Messi Dapat Penghargaan dari Paus Fransiskus

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 18:52 WIB
Messi Dapat Penghargaan dari Paus Fransiskus Lionel Messi menerima penghargaan dari Paus Fransiskus. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paus Fransiskus memberikan penghargaan Balon Educativo de Scholas kepada Lionel Messi yang dianggap sebagai salah satu sosok berpengaruh di sepak bola.

Penghargaan tersebut diberikan Yayasan Paus Fransiskus Scholas Occurentes, tak lama setelah Copa America 2019 usai. Yayasan ini digagas langsung Paus Fransiskus yang menggemari sepak bola.

Scholas Occurentes merupakan yayasan yang tersebar di 191 negara dan telah memberikan penghargaan kepada kandidat yang berhasil menjaga nilai-nilai positif dalam sepak bola.


Nilai-nilai yang dimaksud meliputi kerja keras pemain, solidaritas, kejujuran, identitas, ketahanan, rasa hormat, dan kerja sama tim di seluruh pertandingan Copa America 2019.

Messi Dapat Penghargaan dari Paus FransiskusPaus Fransiskus penggemar sepak bola. (REUTERS/Ahmed Jadallah)
Messi dipilih para kaum muda dari jejaring yayasan Scholas di dunia yang mencakup 500 ribu institusi dan jaringan pendidikan di sejumlah negara di dunia. Pemungutan suara dimulai pada 1 Juli melalui akun resmi media sosial yayasan ini.

Messi dinilai pantas meraih penghargaan tersebut berkat penampilannya di sepanjang Copa America. Terlepas dari kartu merah saat laga Argentina vs Chile dan komentar kontroversial Messi kepada pihak penyelenggara.

Messi Dapat Penghargaan dari Paus Fransiskus
Meski demikian, La Pulga meraih 34,28 persen suara mengungguli tiga kandidat lainnya, yakni Edison Flores (15,56%), Pedro Gallese (11,28%) serta kapten timnas Brasil Dani Alves (10,5%).

Nantinya peraih lima penghargaan Ballon d'Or itu akan mendapatkan bola terbuat dari kain yang dibikin anak-anak dari Mozambik sekaligus pemberkatan langsung dari Paus.

Argentina sendiri hanya mampu merebut predikat peringkat ketiga terbaik setelah sukses mengalahkan Chile 2-1. Sementara Messi terancam larangan tampil dua tahun di laga internasional akibat komentar kontroversial yang menuding CONMEBOL korupsi. (jun/nva)